Porostimur.com, Riyadh – Sedikitnya lima pesawat pengisian bahan bakar milik Angkatan Udara Amerika Serikat dilaporkan rusak akibat serangan rudal yang terjadi di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi.
Laporan tersebut pertama kali diungkap oleh media Amerika Serikat, The Wall Street Journal, yang menyebutkan bahwa pesawat-pesawat tanker tersebut terkena serangan saat berada di darat di pangkalan militer tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Meski demikian, laporan tersebut menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam insiden serangan rudal tersebut.
Total Tujuh Pesawat Dilaporkan Rusak
Pembaruan informasi terbaru menyebutkan bahwa setidaknya tujuh pesawat pengisian bahan bakar Angkatan Udara AS telah rusak atau hancur sejak awal meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang juga melibatkan Israel sejak 28 Februari lalu.
Situasi ini semakin memanas setelah insiden pada Kamis lalu ketika enam tentara Amerika dilaporkan tewas setelah sebuah pesawat militer AS ditembak jatuh di wilayah Irak.
Laporan CBS News menyebutkan bahwa pesawat tersebut jatuh di dekat wilayah Turaibil, di sepanjang perbatasan Irak dan Yordania, mengutip sumber intelijen Irak.
Pentagon Konfirmasi Insiden Pesawat
United States Central Command (CENTCOM) mengonfirmasi kematian enam tentara tersebut melalui unggahan di platform media sosial X pada Jumat, beberapa jam setelah melaporkan bahwa pesawat tanker jenis Boeing KC-135 Stratotanker jatuh di wilayah Irak barat.










