600 Perempuan Pakistan Dijual untuk Jadi Istri Melalui Kawin Paksa di China

oleh -6 Dilihat

Menurutnya, pemerintah Pakistan berusaha menghentikan penyelidikan yang sedang dilakukan pejabat dari Badan Penyelidik Federal Pakistan.

‘Tidak seorang pun membantu mereka’

Bulan Oktober lalu, pengadilan di kota Faisalabad membebaskan 31 warga China yang sebelumnya dikenai tuduhan perdagangan manusia.

Beberapa perempuan yang sebelumnya sudah berbicara dengan polisi kemudian menolak memberikan kesaksikan di pengadilan karena mereka diancam atau disuap untuk tidak berbicara.

Beberapa pejabat senior Pakistan mengatakan peyelidikan mengenai perdagangan manusia ke China sekarang menurun, dan para penyelidik juga merasa frustrasi.

Media Pakistan juga disebutkan ditekan untuk menulis laporan mengenai perdagangan manusia. Beberapa pejabat juga tidak mau menyebut namanya ketika berbicara dengan AP karena takut.

Baca Juga  Anos Yermias Pertanyakan Standar Penilaian CELIOS terhadap Kinerja Bahlil Lahadalia

“Tidak seorang pun yang melakukan sesuatu untuk membantu para wanita tersebut.”

“Perdagangan manusia ini terus berlanjut dan semakin membesar. Mengapa? Karena mereka tahu mereka tidak akan diselidiki.”

“Pemerintah tidak mau melakuka penyelidikan mendalam, semua orang ditekan untuk tidak menyelidiki. Perdagangan meningkat sekarang.”

Salah seorang pejabat itu mengatakan mau berbicara ‘karena hati nuraninya terganggu.