2. Wudhu sebagai Separuh Iman
Wudhu disebut sebagai separuh dari iman, karena tanpa berwudhu, seseorang tidak dapat memperoleh pahala dari salat, yang juga merupakan separuh dari iman seseorang. Rasulullah SAW bersabda,
“Bersuci (wudhu) merupakan separuh iman. Alhamdulillah akan memenuhi mizan (timbangan). Subhanallah wal hamdulillah akan memenuhi antara langit dan bumi. Salat adalah cahaya. Shodaqoh yaitu tanda. Kesabaran merupakan sinar. Al Qur’an yaitu hujjah (pembela) bagimu atau hujatan atasmu. Setiap orang yang keluar di waktu pagi; maka ada yang menjual dirinya, lalu membebaskannya atau membinasakannya”. (Muslim dalam Ath-Thoharoh, bab: Fadhl Ath-Thoharoh (533))
Bagi orang-orang yang mendapatkan petunjuk Allah SWT, jalan menuju surga telah dimudahkan, salah satunya melalui amalan wudhu. Seperti halnya Bilal bin Rabah, yang mendapat kabar gembira karena ia termasuk salah seoang yang mendapatkan keutamaan wudhu dari amalannya ini.
Nabi SAW pernah bertanya kepadanya ketika salat Fajar, “Wahai Bilal, ceritakan kepadaku mengenai amalan yang paling engkau harapkan yang pernah engkau amalkan dalam Islam, karena sungguh aku sudah mendengarkan detak kedua sandalmu di depanku dalam surga”.
Bilal menjawab, “Aku tidaklah mengamalkan amalan yang paling aku harapkan di sisiku. Aku tidaklah bersuci di waktu malam atau siang, kecuali aku salat bersama wudhu itu sebagaimana yang sudah ditetapkan bagiku”. (HR. Al-Bukhari dalam Al-Jum’ah, Bab: Fadhl Ath-Thoharoh fil Lail wan Nahar (1149), dan Muslim (6274))









