7 Tahun Buron, Ong Onggianto Andres Akhirnya Dieksekusi Kejati Maluku

oleh -153 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pelarian Ong Onggianto Andres, terpidana penjara 5 tahun dalam kasus dugaan korupsi Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pada Balai Kesehatan Provinsi Maluku tahun 2010 berakhir.

Setelah buron selama kurang lebih 7 tahun, Ong Onggianto Andres akhirnya berhasil dieksekusi oleh Kejaksaan Tinggi Maluku.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Roro Go Sega saat menggelar jumpa pers dengan awak media, Rabu (10/3/2021) kemarin mengungkapkan, terpidana Ong Onggianto Andres menjadi buronan Kejaksaan Tinggi Maluku sejak tahun 201 atau sejak putusan Mahkamah Agung memiliki kekuatan hukum tetap.

“Buronan Ong Onggianto Andre berhasil ditangkap Tim Tabur Kejaksaan Agung yang bekerja sama dengan tim Kejaksaan Tinggi Maluku pada Selasa (9/3/2021) sekitar pukul 20.15 WITA di lantai 26 Royal Apartment Makassar tanpa ada perlawanan,” jelas Kajati.

Link Banner

Setelah terdakwa di ringkus tim Tabur Kejaksaan Agung lanjut Kajati, kemudian pada Rabu (10/3/2021) Ong Onggianto Andres diterbangkan dari Makasar ke Ambon dengan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 787.

Baca Juga  Tokoh Muda Mandioli Selatan Yakin Figur Milenial Usman-Bassam Bakal Menang

“Setelah tiba di Kejati, lantas dilakukan penyerahan dari Tim Tabur Kejaksaan Agung kepada Kejaksaan Tinggi Maluku, untuk selanjutnya Kejaksaan Tinggi Maluku lewat bagian tindak pidana khusus akan langsung melakukan eksekusi terhadap terpidana untuk menjalani masa penahanannya di Lapas Ambon, ” urai Kajati.

Menyinggung mengenai barang bukti pada kasus tersebut berupa satu unit mobil Toyota Fortuner warna hitam, Kajati Maluku ini mengatakan. Bahwa sesuai amar putusan hakim yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. Maka barang bukti tersebut haruslah dikembalikan dari mana barang tersebut di sita, yakni dari terpidana Ong Anggianto Andres.

Ong Onggianto Andres sendiri sesuai putusan hakim divonis penjara selama 5 tahun. Dan diharuskan membayar denda sebesar Rp.300 juta lebih, terpidana Ong Onggianto Andres juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp. 516 juta lebih.

Baca Juga  Pemuda di Maluku Dalam Menghadapi Masa Depan

Untuk tahun 2020, Kejati Maluku telah berhasil menangkap dan mengeksekusi 6 orang terpidana yang menjadi buron. Dan pada tahun 2021 ini dua buronan Kejati Maluku berhasil ditangkap dan dieksekusi.

“Masih ada lagi 2 buronan Kejati Maluku yang belum tertangkap yakni Syarif Tuharea dan M. Latuconsina. Tagal itu kami menghimbau agar mereka segera menyerahkan diri ke Kejati Maluku, ” tegas Kajati.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Terpidana Onggianto merupakan Direktur CV Aneka.Dia bersama Kepala Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Maluku Samuel Kololu dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Hanny Samallo diduga telah melakukan tindak pidana korupsi.

Yakni, membuat dan menandatangani Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) fiktif tahun 2010 di BLK Maluku untuk kegiatan yang belum tercantum dalam DIPA.

Baca Juga  Rp 1,8 Triliun! Antoine Griezmann Resmi Milik Barcelona

SPMK fiktif itu disebutkan untuk pengadaan obat dan pembekalan Kesehatan, peralatan Laboratorium dan peralatan pemeriksaan Napza pada Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Maluku yang dibiayai APBD Tahun Anggaran 2010 telah diajukan oleh Terdakwa untuk jaminan kredit di Bank Maluku.

Namun setelah kredit cair ternyata tidak bisa dibayar oleh terdakwa, karena pekerjaan sebagaimana tercantum dalam SPMK tidak ada alias fiktif dan akibat perbuatan Terdakwa telah merugikan keuangan daerah sebesar Rp 2,25 miliar. (red/tmc)