2. Merasa janjinya lebih menarik, ketimbang apa yang ia tunjukkan saat ini

ilustrasi pasangan romantis (freepik.com/senivpetro)
Jika kamu terjebak dalam janji manis pasangan tentang keinginannya berubah menjadi lebih baik, tapi kenyataannya nggak ada yang berubah, ini tanda lainnya bahwa kamu hanya mencintai potensinya, Bela.
Untuk mengembalikan realita, kamu bisa tanyakan beberapa hal kepada dirimu sendiri, seperti, “Apa yang benar-benar dia lakukan belakangan ini?,” “Apakah dia benar-benar menepati janji yang pernah diucapkan sebelumnya?,” atau “Apakah dia pernah benar-benar mengambil tanggung jawab atas sikapnya tanpa bersikap defensif?”
Pertanyaan reflektif semacam ini bakal membantumu untuk melihat dirinya secara lebih nyata, dan bukan potensi semata.
3. Kamu berusaha memenuhi kebutuhan emosionalnya secara terus-menerus

ilustrasi pasangan romantis (freepik.com/freepik)
Apabila kamu melihat sosok pasangan dari potensinya, maka sering kali kamu berusaha memenuhi kebutuhan emosional pasangan secara terus-menerus, agar dia bisa jadi pribadi yang lebih baik. Sikap ini menunjukkan bahwa kamu selalu mengorbankan diri, serta menciptakan dinamika hubungan yang nggak setara. Alhasil, kemungkinan kamu selalu merasa energimu terkuras di dalam hubungan.
4. Kamu meremehkan kebutuhanmu

ilustrasi pasangan romantis (freepik.com/prostooleh)
Jika kamu kerap melihat potensi pasangan, daripada realita yang dia tunjukkan, kamu kemungkinan kerap mengabaikan kebutuhan yang kamu miliki saat ini, demi ilusi di masa depan. Misalnya, kamu bersikap seolah baik-baik saja apabila kamu satu-satunya yang merencanakan kencan, atau nggak masalah jika pasangan nggak bisa memberikan waktu berkualitas untukmu. Namun lambat laun, rasa benci kepada diri sendiri rentan kamu rasakan di kemudian hari.









