Pengamat: Julukan untuk Ma’ruf Amin dan Puan Sulit Dibantah

oleh -40 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Julukan yang diberikan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (BEM KM Unnes) kepada Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dinilai kritik genre baru. Diketahui, BEM KM Unnes baru-baru ini menjuluki Puan Maharani sebagai Queen of Ghosting dan Ma’ruf Amin sebagai King of Silent.

“Hal tersebut merupakan kritik genre baru, arus baru kritik terhadap pemerintah menggunakan sarana media sosial. Termasuk kritik pada Puan dan Ma’ruf Amin,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin, Kamis (8/7/2021).

Menurut dia, kritikan dari BEM KM Unnes itu sangat efektif dan bisa membuat publik paham apa yang dikritik oleh kalangan mahasiswa. “Dan membuat pihak yang dikritik juga kebakaran jenggot,” ujarnya.

Baca Juga  Tahun 2021, Pemda Morotai Anggarkan Rp10,8 Milyar untuk Kartu Morotai Sejahtera

Ujang pun menyarankan Puan Maharani dan Ma’ruf Amin bisa bijak menyikapi kritikan dari BEM KM Unnes tersebut. “Biarkan kritik itu menghujam mereka berdua. Terima kritik dengan lapang dada,” ujarnya.

Lagipula, menurut dia, jika mahasiswa mengkritik itu karena sayang kepada Puan Maharani dan Ma’ruf Amin. “Balas kritikan dengan kinerja terbaik. Ya, balas kritikan dengan kinerja terbaik. Bukan dengan cara menyerang balik,” katanya.

Sedangkan julukan Queen of Ghosting yang diberikan BEM KM Unnes ke Puan Maharani karena sejumlah produk legislasi yang dihasilkan di tengah pandemi Covid-19 dinilai tidak berparadigma kerakyatan dan tidak berpihak pada kalangan rentan.

BEM KM Unnes memberikan contoh seperti Undang-undang KPK, UU Minerba, UU Omnibus Law Ciptaker serta tidak kunjung disahkannya RUU PKS yang dianggap cukup mendesak dan dibutuhkan pengesahannya.

(red/sindo)