5 Fakta The East, Film Perang Indonesia dari Mata Belanda

oleh -32 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: The East (De Oost) rilis pada 2020. Film ini menceritakan kisah kekuasaan Westerling (Marwan Kenzari) di Indonesia setelah negara ini menyatakan merdeka. Cerita tidak berfokus pada Westerling atau Ratu Adil, melainkan pada tokoh fiktif Johan de Vries (Martijn Lakemeier).

Tidak hanya itu, film ini juga mengandung banyak hal menarik lainnya. Oleh karena itu, berikut fakta menarik dari film The East.

1. Sang sutradara, Jim Taihuttu merupakan keturunan Maluku

5 Fakta The East, Film Perang Indonesia dari Mata Belanda
Foto Jim Taihuttu saat syuting The East (instagram.com/jim.taihuttu)

Kalau kamu kurang familiar dengan nama Jim Taihuttu, mungkin kamu lebih mengenalnya dari Yellow Claw. Jim Taihuttu merupakan salah satu personil grup EDM tersebut. Jim juga sering membuat video terlihat dari proyeknya untuk music video Yellow Claw. Ternyata, Jim memiliki darah Maluku dari sang ayah, lho.

Baca Juga  Prodi Perikanan STP Labuha, Gelar Musyawarah Besar Ke-l Sibela Diving Club

2. Jim mendapat proyeksi The East dari rangkuman kisah yang didapat

5 Fakta The East, Film Perang Indonesia dari Mata Belanda
Salah satu adegan film The East (NEW AMSTERDAM FILM COMPANY/MILAN VAN DRIL)

Film ini sempat diprotes karena tidak memberikan disclaimer fiksi di awal film. Namun, hal itu disanggah Jim Taihuttu karena ia merasa telah berusaha untuk merangkum sejarah dengan baik untuk film ini.

Bahkan, kisah untuk film ini Jim dapatkan dari kumpulan jurnal yang dibuat oleh pasukan perang Belanda saat bertempur. Kisah-kisah tersebut, Jim tampung hingga bisa menghasilkan cerita yang bisa kamu lihat di film ini. 

3. Jim memberikan cerita alternatif untuk sejarah pada penutupan film

5 Fakta The East, Film Perang Indonesia dari Mata Belanda
Adegan Johan de Vries (Martijn Lakemeier) sedang menyeberangi sungai bersama rekan-rekan satu regunya dalam film “De Oost”/”The East” (2021) garapan sutradara Jim Taihuttu. (New Amsterdam Film Company)

Sebelum kamu menonton film ini, jangan salah tangkap untuk mengiyakan keseluruhan isi film. Inspirasi Jim Taihuttu memang diambil dari fenomena nyata yaitu, peran Westerling di Indonesia setelah merdeka. Namun, tokoh Johan de Vries dan tindakannya merupakan hasil imajinasi Jim.

Baca Juga  Sylvester Stallone Berikan Update Film Expendables 4!

Sutradara film ini ingin menggambarkan utopia bagaimana seharusnya tentara Belanda menyikapi keadaan saat itu. Tidak seperti Westerling yang nyatanya bertanggung jawab atas pembantaian masyarakat di Sulawesi.

4. Banyak cobaan yang perlu dihadapi kru dan pemain saat syuting di Indonesia

5 Fakta The East, Film Perang Indonesia dari Mata Belanda
Salah satu adegan dalam film “De Oost” (2021) ketika Raymond Westerling (Marwan Kenzari) sedang memimpin operasi militer DST di Sulawesi Selatan. (IMDb/New Amsterdam Film Company)

Bukan Indonesia kalau tidak mistis. Benar saja melalui sebuah kisah di IMBd, salah satu akun menceritakan kalau kru sampai harus berlindung di masjid dan melakukan doa untuk menghilangkan gangguan mistis saat syuting.

Proses syuting juga dipersulit dengan hujan badai sampai menghanyutkan beberapa perlengkapan syuting. Bahkan, sungai yang mereka gunakan untuk ambil gambar harus dipastikan bersih dari buaya agar aman.

5. The East mampu menjadi wadah alternatif memahami sejarah Westerling dan Indonesia, terlebih untuk paham dari perspektif tentara Belanda

Bagi materi sejarah Belanda dan Indonesia, suguhan cerita yang diberikan The East dapat menjadi alternatif bagi kedua belah pihak. The East tidak secara serta merta menjelaskan Peristiwa Bersiap, aksi penyerangan bagi warga keturunan Indo-Eropa oleh fanatik Indonesia. Namun, di sisi lain, The East menggambarkan Westerling sebagai sosok dingin dan penuh kekerasan, berbeda dengan pemahaman sejarah di Belanda.

Baca Juga  DPRD Buru: Kami Akan Ajukan Perda Inisiatif untuk Petani Plasma Perkebunan Karet

Pada akhirnya, film ini menjadi wadah untuk memahami konteks baru tentang Belanda, Westerling, dan Indonesia melalui cara baru. The East dapat membantu kamu untuk memahami sejarah dan merasakan nilai humanis dari sebuah pertempuran. Yok, langsung tonton The East, sekalian belajar sejarah.

(red/idn-times)

No More Posts Available.

No more pages to load.