Proses subduksi ini menyebabkan akumulasi energi tektonik yang sangat besar di sepanjang batas lempeng.
Ketika tekanan antara kedua lempeng ini melebihi batas kekuatan batuan, maka terjadi pelepasan energi dalam bentuk gempa bumi.
Zona ini disebut megathrust subduction zone, yang terkenal sebagai penyebab gempa bumi besar dan tsunami.
Palung Kuril–Kamchatka yang membentang di lepas pantai timur semenanjung menjadi garis utama terjadinya gempa-gempa besar tersebut.
2. Gempa Megathrust dan Potensi Tsunami
Gempa-gempa besar di Kamchatka sebagian besar tergolong sebagai gempa megathrust, yaitu gempa bumi akibat tergelincirnya lempeng samudera yang tersubduksi setelah tertahan gesekan dalam waktu lama.
Karena terjadi di laut dan dekat dengan zona kontak lempeng, gempa jenis ini berpotensi besar memicu tsunami.
Contoh paling terkenal adalah gempa tahun 1952 berkekuatan M9,0 yang menyebabkan tsunami hingga 18 meter dan menewaskan ribuan orang di Severo-Kurilsk.
Bahkan pada Juli 2025, gempa berkekuatan sekitar M8,7 memicu tsunami dengan gelombang hingga 3–4 meter dan menyebabkan evakuasi massal di Jepang, Hawaii, dan kawasan pesisir Pasifik lainnya.
Inilah mengapa Kamchatka dianggap sebagai salah satu wilayah paling berisiko dalam hal gempa dan tsunami.









