81 Kades Diperiksa Terkait Korupsi Miliaran Rupiah di Bursel

oleh -387 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Sebanyak 81 Kepala Desa di Kabupaten Buru Selatan diperiksa polisi atas dugaan korupsi Dana Desa (DD) bernilai Rp.4,05 miliar.

Dana milyaran rupiah itu diduga digunakan untuk belanja paket bantuan penanggulangan tanggap darurat Covid-19 dari CV Tarana Jaya Mandiri, sebesar Rp.50 juta untuk tiap desa.

Selain itu ada setoran tunai dari Aloksai Dana Desa (ADD) langsung kepada Dinas BPMD Kabupaten Buru Selatan dari 81 desa dengan nilai variatif sebesar Rp.49 juta sampai dengan Rp.59 juta per desa yang bila dijumlahkan juga mencapai Rp.4 miliar lebih.

Kepolres Pulau Buru, AKBP Egia Febri Kusumaatmaja kepada wartawan di ruang kerjanya mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan dan ditangani secara serius dengan meminta keterangan kepada para kades.

“Sudah 17 kades yang dimintai keterangan,”ungkap Egia Febri pada Selasa (8/7/2021).

Menurut Egia, 81 kades ini akan dimintai keterangan secara marathon. Setiap pekan akan ada kades yang dipanggil untuk dimintai keterangan hingga tuntas menjangkau 81 kades.

Baca Juga  Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Warga Adat di Hutan Rodi Pulau Buru

Sedangkan Kepala Dinas BPMD Bursel, Umar Mahulete dan lainnya baru akan dimintai keterangan setelah 81 kades tuntas diperiksa.

“Kadis BPMD sendiri kita belum sampai ke sana. Rencana kita, setelah 81 kades diambil keterangan baru kita lakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,”tegas Egia Febri.

Egia mengakui kasus ini tergolong besar yang sedang ditangani Polres Pulau Buru.Polisi melakukan penyelidikan setelah ada laporan dari masyarakat.”Ini kita masih terus minta keterangan dahulu, belum bisa kita simpulkan apa-apa,” tutur Egia Febri.

Polisi masih perlu menggali informasi lebih banyak, terutama dari para kades. Dari keterangan 81 kades baru polisi menyimpulkan kasus ini seperti apa.

“Kami belum bisa mengambil kesimpulan untuk menindaklanjuti dari penyelidikan menjadi penyidikan sebelum selesai memeriksa 81 kades,” aku Egia Febri.

Sedangkan Kasat Reskrim Polres Buru, Iptu Handry Dwi Ashari menambahkan, untuk mempermudah Tipikor memintai keterangan, pemanggilan kades dilakukan per kecamatan. Diawali dengan para kades di Kecamatan Namrole.

“Minggu ini lanjut pemeriksaan seluruh kades di Kecamatan Kepala Madan,” imbuh Iptu Hendri Dwi Ashari.

Baca Juga  Operasi Keselamatan Siwalima 2021, Satlantas Polres Buru Imbau Prokes dan Larangan Mudik

Kapolres dan jajarannya terus menggali dan mendalami masalah ini, karena terbukti ada dugaan monopoli di praktek belanja pengadaan tersebut yang diwajibkan para kades beli dari CV Tarana Jaya Mandiri.

Dari praktek monopoli tersebut, terungkap pula ada dugaan pemahalan harga barang untuk seluruh item belanja.

Beberapa orang dekat kades di Buru Selatan mengungkapkan kepada awak media, kalau para kades wajib belanjajan Rp.50 juta per desa dari CV TJM.

Atas perintah Umar Mahulete, mereka wajib transfer ke rekening perusahan CV TJM.
Kegiatan bersifat wajib dan berbau monopoli itu, konon diduga juga atas sepengetahuan Bupati Tagop Sudarsono Soulissa yang kemudian diteruskan Kadis BPMD kepada 81 kades.

Padahal bila dibelanjakan langsung dalam item-item barang tersebut, nilai totalnya tidak mencapai separuh harga dari setoran Rp.50 juta.
Terjadi pemahalan dimana-mana.Salah satunya Alat Fogging buatan Cina Longray TS35A standar WHO yang harga pasarannya hanya Rp.5 juta per unit, wajib dibeli dari oleh CV TJM seharga Rp.22 juta.

Baca Juga  Wattimury: DPRD Maluku Study Banding Untuk Masyarakat Maluku

Dari item pemahalan harga fogging itu, CV Tarana Jaya Mandiri meraup keuntungan berkali lipat ganda sampai mencapai Rp 1 miliar lebih.

Demikian juga terjadi pemahalan harga handzanititer cair yang di pasaran dilego Rp.100 ribu dan termahal Rp.199 ribu per galon, oleh perusahan CV TJM dilepas ke desa-desa dengan harga Rp.2,7 juta untuk 3 galon atau Rp.900 ribu per galon.

Kemudian dispenser hand zaniteser cair yang seharga Rp.20 ribu per buah dimahalkan menjadi Rp. 1 juta untuk lima buah atau Rp.200 ribu per buah.

Sodium Hydroclorite atau kaporit cair (NaOCl) yang harga pasaran tertinggi hanya Rp.85 ribu ukuran 5 liter, dimahalkan menjadi Rp.1,56 juta per 3 unit galon atau Rp.520 ribu per galon.

Pemahalan lainnya terjadi pula di thermometer gun atau pendeteksi suhu tubuh dengan harga standar di pasaran. (ima)

No More Posts Available.

No more pages to load.