@Porostimur.com | Sula : Proyek pembangunan jaringan irigasi di Desa Kaporo, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) mangkrak.
Menurut Kepala Bidang Sumner Data Air, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Kabupaten Kepulauan Sula, Rusmin Lohi, proyek yang dikerjakan oleh PT. Amarta Mahakarya itu mandek karena terkendala masalah lahan yang belum dibebaskan.
“Pekerjaan proyek tersebut terlambat dikerjakan karena terkendala lahan, sebab masyarakat setempat yang lahannya terkena pembangunan itu meminta ganti rugi,” ujar Rusmin, Kamis (14/02).

Rusmin yang juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek milyaran rupiah tersebut mengaku, jika proyek irigasi ini telah dikenakan adendum lantaran masa akhir pekerjaannya telah selesai pada Desember 2018 lalu.
“Karena terlambat dikerjakan maka waktu proyek itu diadendum sampai dengan akhir bulan februari ini,” katanya.
Untuk diketahui, pihak rekanan yang mengerjakan proyek dengan dana DAK Tahun 2018 tersebut adalah orang dekat Bupati Kabupaten Kepulauan Sula yang juga tengah mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kepsul bernama Ferdi Parengkuan.




