Porostimur.com, Tidore – Pengembangan sektor pariwisata yang ditawarkan dalam dialog ekonomi kreatif harusnya menampilkan home industri yang diperluas melalui pasar sebagai basis memperkuat sebuah daerah.
Hal ini mengemuka dalam dialog bertajuk ”Pengembangan Home Industri Berbasis Ekonomi Kreatif Menuju Revolusi Industri (sebuah prospek Ekonomi daerah Kepulauan) yang menghadirkan, Rektor Universitas Nuku Idris Sudin, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku Utara Ishak Naser, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Malut Dr. Marwan Polisiri, dan Ketua Gekraf Kota Tikep Abdul Haris Muhiddin yang digelarkan di aula Universitas Nuku, Kelurahan Gamtufkange, Kota Tidore Kepulauan, Senin (31/5/2022).
Menurut Abdul Haris Muhiddin, pengembangan ekonomi kreatif di sektor UKM, masyarakat dan pelaku usaha dituntut untuk menjual produk lokal yang berbasis kepada pariwisata.
“Tentunya berkaitan dengan brand, yang berarti sebuah penilain untuk mendatangkan banyak orang dalam rangka melihat prodak yang kita buat,” katanya.
Muhidin bilang, kehadiran peradaban di zaman 4.0 ini, mempermudah pelaku bisnis untuk mencipatakan lapangan kerja dalam bentuk apapun. Karena bisnis, adalah berkaitan dengan diri seseorang.




