Oleh: Moksen Sirfefa, Peminat Sejarah dan Peradaban.
JUDUL aslinya, ‘Uqalâ al-Majanîn, nalar orang-orang gila, karya Abu Al-Qasim Al-Naisaburi yang terbit pertama kali tahun 1987 M/1408 H. Terjemahan Indonesia-nya berjudul Kitab Kebijaksanaan Orang-orang Gila, oleh penerbit Turos, Jakarta tahun 2019. Buku ini ditulis atas desakan para muridnya dan semua kisah mengandung hikmah yang datang dari orang gila dalam sejarah di dunia Islam.
Melalui periwayatan yang ketat dari kisah-kisah nyata, termasuk orang-orang yang dijumpai langsung oleh sang penulis. Abu al-Qasim al-Hasan bin Muhammad bin al-Hasan bin Habib al-Naisaburi (w. 405 H/1016 M) lahir di Khurasan, wilayah timur Persia Kuno adalah ulama dengan segudang pengetahuan. Beliau ahli sejarah perang, mengetahui biografi para ulama, ahli ilmu ma’ani, (estetika bahasa Arab), ahli ilmu jarh wa ta’dîl (kritik atas periwayatan hadis), imam qira’at (teknik membaca Al-Qur’an) dan ahli tafsir Al-Qur’an.
Kisah tentang mereka yang disebut orang gila di dalam buku ini adalah mereka yang cerdas secara intelektual dan spriritual. Mereka pandai bersyair sekaligus bisa mengajukan pertanyaan dan jawaban yang tidak dipikirkan oleh orang waras tercerdas sekalipun. Beberapa di antara mereka dapat mengelabui para penguasa dzalim dengan perkataan yang out of the box karena kecerdasannya yang tinggi meski dianggap gila. Kebanyakan mereka adalah para sufi, yang memiliki tingkat kezuhudan yang tinggi, hanya mencintai Tuhan dan rata-rata kaum bijak bestari ( ‘ârifîn).









