Porostimur.com, Amsterdam – Calon Ratu Belanda Catharina-Amalia Beatrix Carmen Victoria, Princess of Orange, belum lama ini memulai kehidupannya sebagai orang dewasa. Bulan lalu, wanita yang dikenal sebagai Putri Amalia itu meninggalkan rumah untuk kuliah di Universitas Amsterdam. Sayangnya tak lama kemudian ia diminta kembali pulang karena khawatir diculik mafia.
Polisi Belanda meminta Putri Amalia untuk meninggalkan studinya sementara di Amsterdam dan kembali ke istana Huis Ten Bosch. Baru beberapa minggu menetap di ibu kota, ia dikhawatirkan dalam keadaan bahaya. Dilansir De Telegraaf, beredar kabar bahwa sebuah grup mafia tengah merencanakan skenario penculikan anggota kerajaan berusia 18 tahun itu.
Kabar tersebut berhembus ketika Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima dari Belanda tengah berada di London untuk menghadiri pemakaman Ratu Elizabeth II. Ketika itu, keamanan calon ratu Belanda disebut terancam karena sekelompok mafia asal Maroko tengah mengincarnya. Grup itu sendiri disebut terlibat dalam distribusi kokain di Eropa.
Kecurigaan pihak berwajib berawal ketika pemimpinnya, Ridouan Taghi, telah berkoresponden dengan salah satu kaki tangan yang pernah membunuh seorang pembuat film Belanda pada 2004. Mereka bertukar surat berisi ayat Al-Quran yang dianggap sebagai kode untuk melakukan kejahatan.





