Porostimur.com, Ambon – Menyakiti dan disakiti seolah menjadi siklus yang banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari, baik disengaja atau tidak. Meski lumrah terjadi, tapi ada sebagian orang yang merasa jadi sosok yang paling tersakiti saat ada yang melukai hatinya.
Sayangnya, ‘drama’ yang cukup sering dijumpai dalam pergaulan sosial semacam ini tidak seharusnya terus dimainkan seperti sedang berakting di layar kaca.
Berhenti merasa jadi orang yang paling tersakiti dengan merenungkan deretan alasan berikut ini. Hidup jangan dibuat terlalu ‘drama’!
1. Boleh jadi lukamu adalah balasan dari rasa sakit orang lain
Tidak menampik kemungkinan bahwa luka hati yang kamu rasakan saat ini ada potensi wujud dari karma hidupmu. Bukankah karma memang akan kembali pada pemiliknya, entah itu baik atau buruk?
Boleh jadi situasimu saat ini merupakan balasan atas perbuatanmu dulu yang pernah menyakiti orang lain.
Menyadari adanya kemungkinan ini akan membuat pikiranmu lebih terbuka. Andai kamu tidak pernah menyakiti orang lain, pasti tidak akan ada orang yang menyakitimu juga seperti sekarang.
Solusinya cuma satu, terima lalu maafkan tanpa adu nasib dan merasa jadi sosok yang paling menderita dibanding orang lain.










