Nabi Yusuf AS adalah salah satu nabi yang kisah hidupnya dijelaskan secara panjang dan utuh dalam satu surat khusus dalam Al-Qur’an, yaitu Surat Yusuf. Salah satu kisah yang gamblang dijelaskan adalah ketika Nabi Yusuf AS dibuang ke sumur oleh saudara-saudaranya.
Peristiwa ini merupakan awal dari perjalanan panjang yang akhirnya membawanya kepada kemuliaan sebagai penguasa Mesir.
Kisah Nabi Yusuf AS tidak hanya menarik karena lika-liku perjalanannya, tetapi juga penuh pelajaran berharga tentang kesabaran, keikhlasan, pengkhianatan, hingga pengampunan.
Saudara-saudara Nabi Yusuf yang Cemburu
Mengutip buku Kisah Para Nabi: Sejarah Lengkap Kehidupan Para Nabi sejak Nabi Adam Alaihissalam hingga Nabi Isa Alaihissalam karya Ibnu Katsir, Nabi Yusuf AS adalah anak dari Nabi Ya’qub AS. Beliau memiliki sebelas saudara laki-laki, dan Yusuf termasuk anak yang paling disayang oleh ayahnya.
Kecintaan yang besar dari Nabi Ya’qub kepada Yusuf menimbulkan kecemburuan dan rasa iri di hati saudara-saudaranya.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Yusuf ayat 8,
إِذْ قَالُوا۟ لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَىٰٓ أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ
Artinya: (Yaitu) ketika mereka berkata: “Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata.










