Thingsan Tower dan Paradoks Pembangunan di Jantung Halmahera

oleh -226 views

Oleh: Dino Umahuk, Jurnalis dan Sastrawan Indonesia

Di tengah bentang alam Halmahera yang semakin tergerus tambang, berdirilah Thingsan Tower di Maba—menjulang, mewah, dan mencolok. Bangunan ini seolah ingin berkata bahwa pembangunan sedang berlangsung, ekonomi tumbuh, dan modernitas telah tiba di jantung Maluku Utara. Namun bagi banyak warga di sekitar lingkar tambang, menara itu justru menjadi simbol paradoks: kemewahan di satu sisi, kemiskinan dan kerusakan ekologis di sisi lain.

Data resmi menunjukkan ketimpangan yang nyata. Kabupaten Halmahera Tengah mencatat angka kemiskinan yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi. Pada 2023, angka kemiskinan di Halmahera Tengah mencapai 11,44 persen. Sementara di Halmahera Timur bahkan 12,47 persen, jauh di atas rata-rata Maluku Utara yang sekitar 6,46 persen.

Baca Juga  Kisah Rasulullah dan Para Sahabat Menunda Haji selama 4 Tahun Berturut-turut

Lebih mengejutkan lagi, angka kemiskinan ekstrem di provinsi ini masih signifikan. Pada 2022, sekitar 14.333 jiwa di Maluku Utara hidup dalam kemiskinan ekstrem.

Kemiskinan ini tumbuh di tengah klaim pertumbuhan ekonomi yang tinggi, yang banyak didorong oleh sektor pertambangan dan pengolahan mineral. Maluku Utara pernah mencatat angka pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional, tetapi pertumbuhan itu tidak bermuara pada peningkatan kehidupan rakyat kecil, justru terjadi perluasan jurang sosial.

No More Posts Available.

No more pages to load.