Porostimur.com, Teheran – Perdebatan soal Sunni-Syiah tak hanya ramai di kalangan masyarakat Indonesia ketika Iran yang jadi pusat Syiah dunia berperang melawan Israel dan Amerika Serikat (AS). Komunitas Arab pun juga ramai memperbincangkan isu sektarian ini.
Jurnalis Adil Faouzi asal Maroko mengulas fenomena publik Arab Sunni yang tiba-tiba berbalik mengelu-elukan Iran Syiah sebagai pahlawan ketika Teheran, untuk kedua kalinya, terlibat perang melawan Israel dan Amerika. “For Sunni Arabs, Iran’s Shia become Muslim only when they attack Israel (Bagi orang Arab Sunni, kaum Syiah Iran baru menjadi Muslim ketika mereka menyerang Israel),” bunyi judul artikel jurnalis tersebut yang diterbitkan di Times of Israel.
Dalam artikelnya, Faouzi mencatat ada komedi doktrinal yang terjadi di seluruh dunia Arab minggu ini yang akan lucu jika tidak begitu mengerikan dalam kemunafikannya. Saat rudal-rudal Iran menghujani Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi—menghantam bandara, menghancurkan bangunan, dan menewaskan warga sipil di tanah Arab—jutaan warga Arab Sunni menggunakan media sosial dan turun ke jalan (dan tidak diragukan lagi akan berkhotbah di mimbar pada hari Jumat) bukan untuk mengutuk rezim yang mengebom negara mereka sendiri, tetapi untuk meratapi Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan mengecam Amerika dan Israel yang membunuhnya.









