Porostimur.com, Ambon — Nama Wakil Ketua DPRD Maluku Johan Johanis Lewerissa, disebut dalam dugaan penipuan dengan modus penawaran proyek di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Maluku.
Namun, Johan dengan tegas membantah mengetahui maupun terlibat dalam persoalan yang dilaporkan Yopi Timisela tersebut. Ia bahkan mengaku pernah menyarankan Yopi agar membawa persoalan itu ke ranah hukum dan melaporkannya kepada kepolisian.
Klarifikasi Johan disampaikan kepada Porostimur.com, Selasa (22/9/2026), setelah namanya muncul dalam pengakuan Yopi terkait dugaan penawaran pekerjaan atau proyek yang disebut-sebut berada di lingkungan Dinas Pendidikan Maluku.
“Saya tidak tahu-menahu soal hubungan itu dan kenapa saya dibawa masuk dalam masalah proyek di Dinas Pendidikan Provinsi Maluku yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan diri saya,” tegas Johan.
Persoalan tersebut bermula dari pengakuan Yopi yang menyebut dirinya diperkenalkan kepada seseorang bernama Rustam Hidayat Rumadaul melalui Edmund Salakori.
Dalam perkenalan itu, Rustam disebut menawarkan adanya pekerjaan atau proyek di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Maluku.
Menurut pengakuan Yopi, nama Johan Lewerissa kemudian turut disebut dalam rangkaian komunikasi tersebut. Yopi juga mengaku Rustam sempat menunjukkan foto Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku untuk meyakinkan dirinya terkait informasi proyek yang disampaikan.









