Porostimur.com, Ambon — Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, menegaskan pentingnya penguatan kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi PAD Triwulan IV Tahun Anggaran 2025 sekaligus penyampaian target PAD Tahun Anggaran 2026 di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Menjawab Tantangan, Mengelola Peluang, untuk Mewujudkan Target PAD” ini dihadiri pimpinan OPD pengelola retribusi daerah, BUMD, serta jajaran Pemerintah Provinsi Maluku.
Ketergantungan pada Pusat Masih Tinggi
Dalam sambutannya, Abdullah Vanath mengakui bahwa Maluku masih bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Padahal, menurutnya, kemandirian fiskal menjadi fondasi utama dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di daerah.
“Kita harus bisa menggenjot kemampuan fiskal untuk menopang rencana pembangunan di Maluku,” tegasnya.
Ia menekankan, di tengah tantangan ekonomi global dan meningkatnya kebutuhan pelayanan publik, pemerintah daerah dituntut untuk memperkuat sumber-sumber pendapatan secara mandiri.
Realisasi PAD 2025 Capai 74,27 Persen
Berdasarkan laporan yang disampaikan dalam rapat, target PAD murni Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp846,271 miliar dengan realisasi mencapai Rp628,56 miliar atau 74,27 persen.









