Porostimur.com, Teheran – Eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas dengan munculnya klaim saling bertolak belakang dari kedua pihak. Korp Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menghancurkan sejumlah aset militer Amerika dalam operasi di wilayah selatan Isfahan.
Klaim tersebut mencakup dua pesawat angkut militer C-130 dan dua helikopter Black Hawk milik AS yang disebut dihancurkan saat menjalankan misi penyelamatan pilot tempur yang jatuh di wilayah Iran.
Pernyataan ini memperkuat laporan sebelumnya dari Al Jazeera yang mengutip media Iran terkait hancurnya satu pesawat C-130 dalam operasi penyelamatan awak pesawat tempur F-15E Strike Eagle.
“Menyusul tindakan putus asa dan permusuhan musuh untuk menyelamatkan pilot mereka, pesawat agresif musuh di Isfahan selatan telah dihantam dan dihancurkan,” demikian pernyataan militer Iran melalui Markas Besar Gabungan Khatam al-Anbiya.
Klaim Berlawanan dari Washington
Di sisi lain, Amerika Serikat justru menyampaikan narasi berbeda. Presiden Donald Trump mengklaim operasi penyelamatan tersebut berjalan sukses dan bahkan menyebutnya sebagai salah satu misi paling berani dalam sejarah militer AS.
Dalam pernyataannya di Truth Social, Trump menegaskan bahwa kedua awak pesawat F-15E Strike Eagle berhasil diselamatkan dalam kondisi “aman dan sehat”.









