Oleh: Arbagi Kadarusman, Penulis
Islamabad, 11 April 2026 โ Di salah satu ruang pertemuan Hotel Serena, jantung distrik diplomatik Islamabad yang dijaga ketat, delegasi tertinggi Amerika Serikat dan Iran duduk terpisah. Jarak fisik antara Wakil Presiden JD Vance dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf hanya beberapa meter, dipisahkan oleh meja kayu jati dan jurang kebencian yang telah menganga selama 47 tahun.
Namun pada Sabtu dini hari itu, di sela-sela perundingan “hidup atau mati” yang dimediasi Perdana Menteri Shehbaz Sharif , sebuah pesan berbahaya melesat dari ruang bawah tanah Markas Besar IRGC di Teheran langsung ke ponsel para perunding.
“Ada kapal perusak Amerika mencoba menembus Selat Hormuz. Beri tahu mereka: mundur dalam 30 menit, atau kami hancurkan.”
Maka dimulailah babak paling dramatis dalam konflik Iran-AS 2026โsebuah perang saraf yang terjadi di dalam ruang perundingan, namun nyaris mengubah seluruh meja diplomasi menjadi debu.
๐๐๐๐๐ค ๐๐๐ญ๐ฎ: ๐๐๐ญ๐ข๐ค-๐๐๐ญ๐ข๐ค ๐๐ข ๐๐๐ฅ๐๐ญ ๐๐จ๐ซ๐ฆ๐ฎ๐ณ
Pukul 04.00 waktu setempat (GMT+3.30), radar pantai IRGC di Pulau Qeshm mendeteksi sebuah titik besar bergerak lambat dari arah barat daya. Kapal perusak milik Angkatan Laut Amerika Serikat itu diketahui baru saja berlabuh di pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab .








