Porostimur.com, Ambon — Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, Umar Lessy, mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh kader untuk memperkuat soliditas internal partai di tengah dinamika politik daerah yang kian kompleks.
Pesan tersebut disampaikan Umar pada Senin (27/4/2026), sebagai respons atas sejumlah dinamika yang terjadi di internal partai, mulai dari insiden meninggalnya Ketua DPD II Maluku Tenggara, kebuntuan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) di Seram Bagian Timur, hingga pengambilalihan Musda DPD II Maluku Tengah oleh DPD I.
Dinamika Internal Jadi Alarm Konsolidasi
Menurut Umar, berbagai persoalan yang muncul di sejumlah daerah bukan sekadar persoalan individu, melainkan mencerminkan lemahnya disiplin struktur dan konsistensi dalam kepemimpinan.
“Fenomena stagnasi di beberapa Musda ini bukan hanya soal orang yang sulit diatur, tetapi lebih dalam dari itu—ini soal bagaimana disiplin organisasi dan kepemimpinan dijalankan secara konsisten,” tegasnya.
Ia mengingatkan, tanpa soliditas yang kuat, partai politik berpotensi kehilangan arah, bahkan kehilangan relevansi di tengah tuntutan masyarakat yang terus berkembang.
“Kalau kita tidak solid, kita akan kehilangan arah. Dan ketika itu terjadi, kita tidak lagi relevan dalam menjawab kebutuhan rakyat,” ujarnya.










