WALHI Desak Audit PT FHT, Dugaan Pencemaran Kali Kukuba

oleh -19 views
Direktur Eksekutif WALHI Maluku Utara Astuti N. Kilwouw, menilai kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi merusak ekosistem pesisir dan mengancam kehidupan masyarakat.

Porostimur.com, Maba – Desakan terhadap pemerintah untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap aktivitas PT Feni Halmahera Timur (FHT), anak usaha PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), kian menguat.

Langkah ini menyusul dugaan pencemaran lingkungan di kawasan Kali Kukuba hingga perairan Teluk Buli, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang ditandai dengan perubahan warna air menjadi keruh.

Dugaan Ancaman Ekosistem Pesisir

Direktur Eksekutif WALHI Maluku Utara Astuti N. Kilwouw, menilai kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi merusak ekosistem pesisir dan mengancam kehidupan masyarakat.

“Pasti itu dapat menghancurkan tata sistem ekologi, terutama ekosistem di Teluk Buli,” tegas Astuti.

Menurutnya, dugaan pencemaran yang berasal dari aliran Kali Kukuba menuju pesisir bukanlah kejadian pertama, sehingga perlu penanganan serius dan investigasi menyeluruh.

Baca Juga  Polisi Jadwalkan Periksa Anggota DPRD Rivai Sether Senin Depan Terkait Kasus Laka Lantas

WALHI juga mendesak pemerintah untuk memeriksa dokumen perizinan serta kepatuhan lingkungan perusahaan, termasuk mendorong dilakukannya audit lingkungan independen.

Akademisi Soroti Pengelolaan Lingkungan

Sorotan serupa datang dari akademisi. Pakar lingkungan Universitas Indonesia, Mahawan Karuniasa, menegaskan bahwa perubahan warna air tidak bisa serta-merta dikaitkan dengan faktor alam.

Ia menyebut risiko limpasan air, sedimentasi, dan erosi seharusnya sudah diantisipasi dalam dokumen lingkungan perusahaan sejak tahap perencanaan.

No More Posts Available.

No more pages to load.