Porostimur.com, Ambon – Inflasi di Provinsi Maluku pada Mei 2026 tercatat tetap terkendali dan berada dalam rentang sasaran nasional, meski mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Berdasarkan rilis Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, inflasi tercatat sebesar 0,93 persen secara bulanan (month to month/mtm), meningkat dari kondisi April yang mengalami deflasi 0,17 persen.
Secara tahunan, inflasi Maluku mencapai 3,27 persen (year on year/yoy), masih berada dalam target nasional sebesar 2,5±1 persen.
Dipicu Harga Ikan dan Tarif Transportasi
Bank Indonesia mencatat, inflasi pada Mei 2026 terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok transportasi.
“Inflasi utamanya bersumber dari kelompok makanan, minuman dan tembakau serta kelompok transportasi,” ujar Plt Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Surya Alamsyah dalam rilisnya.
Kenaikan harga pada kelompok pangan terutama dipicu oleh komoditas perikanan seperti ikan layang, ikan tongkol, dan ikan cakalang.
Peningkatan harga tersebut terjadi akibat faktor cuaca, khususnya tingginya gelombang laut dan curah hujan yang menghambat aktivitas penangkapan ikan.
Selain itu, inflasi juga dipengaruhi kenaikan tarif angkutan udara seiring pemberlakuan kebijakan biaya tambahan (surcharge) oleh pemerintah.






