Porostimur.com, Washington – Gelombang perubahan mulai mengguncang internal Partai Demokrat Amerika Serikat. Kemenangan sejumlah kandidat progresif dalam pemilihan pendahuluan di berbagai wilayah menjadi sinyal semakin kuatnya penolakan terhadap politik Demokrat yang dianggap terlalu moderat dan dekat dengan status quo.
Di tengah ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump, basis pemilih liberal justru mendorong munculnya wajah-wajah baru yang lebih berani membawa agenda perubahan.
Perkembangan ini sekaligus menempatkan Pemimpin Demokrat di DPR AS, Hakeem Jeffries, pada posisi yang tidak mudah.
Jeffries kini menghadapi tekanan dari dua arah. Di satu sisi, ia harus menjaga soliditas Demokrat untuk merebut kembali kendali DPR dalam pemilu paruh waktu. Di sisi lain, ia dituntut mengakomodasi kelompok progresif yang semakin vokal dan mulai mempertanyakan kepemimpinannya.
Bahkan, sejumlah kandidat progresif yang baru memenangkan pemilihan pendahuluan belum memastikan apakah akan mendukung Jeffries sebagai Ketua DPR apabila Demokrat berhasil merebut mayoritas pada Januari mendatang.
Sayap Progresif Desak Perubahan di Tubuh Demokrat
Tekanan terhadap Jeffries menguat setelah ia secara terbuka menyatakan tidak mendukung rancangan undang-undang unggulan kelompok progresif, “Medicare for All”.









