Cerpen Karya: Eka Agustina Rahmawati Putri
Rona mega bertahta anggun di batas cakrawala. Bersiap menyambut sang dewi malam dengan senyumnya yang mempesona. Langit mulai menghitam, meninggalkan siluet-siluet gelap yang selalu setia menemani senja.
Aku berjalan di tepi lapangan kampus. Kegiatan rapat hari ini mengharuskanku untuk pulang menjelang petang. Suara teriakan-teriakan masih terdengar dari tengah lapangan. Aku menoleh ke arah lapangan, klub basket fakultas tengah berlatih di sana.
Tiba-tiba…
DUKK! Sebuah bola basket berhasil mendarat dengan mulus di kepalaku. Aku terhuyung ke belakang, namun seseorang dengan sigap menangkap tubuhku agar tidak terjatuh ke lantai semen. Aku mengerjapkan mata perlahan, rasa pusing akibat terkena bola basket masih terasa.
“Maaf, aku tidak sengaja. Kamu baik-baik saja?” ucap seorang laki-laki yang tadi menangkapku.
“Aku baik-baik saja, terima kasih,” ucapku sambil memijat pelipis.
“Aku Rendy mahasiswa Sastra Inggris. Kamu?” laki-laki itu mengulurkan tangan sebagai tanda perkenalan.
“Aku Rea mahasiswi Sastra Indonesia,” balasku menjabat tangan laki-laki itu.
Hari itu adalah hari pertemuanku denganmu, laki-laki yang hingga kini selalu hadir dalam mimpi serta hari-hariku. Kamu, laki-laki dengan guratan wajah tegas dan sorot mata tajam namun menyimpan keteduhan. Kau tahu, aku suka berlama-lama tenggelam dalam matamu. Menyelami keteduhan yang tersimpan di baliknya, hingga lupa bahwa aku bisa saja tenggelam di dasarnya hingga tak ada seorangpun yang menolongku.




