Porostimur.com | Ambon: Masyarakat Maluku Barat Daya (MBD) keluhkan pelayanan kapal pengangkut hewan. Keluhan tersebut mereka sampaikan kepada anggota DPRD Provinsi Maluku yang sedang melakukan peninjauan di MBD.
Menyikapi keluhan tersebut, Komisi III DPRD Provinsi Maluku akan mengagendakan pertemuan dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Dinas Perhubungan.
“Terkait dengan keluhan masyarakat tersebut, kami akan undang KSOP dan Dinas Perhubungan untuk ditinjau lagi apakah iya kapal kapal kargo itu benar-benar subsidinya terbatas atau dibatasi?anggarannya hanya untuk BBM dan tidak menanggulangi muatan atau tidak?”, ucap Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias di Baileo Rakyat Karang Panjang Ambon, Kamis (29/4/2021).
Dirinya menjelaskan, jika misalnya satu ekor sapi diangkut dengan menggunakan kapal kargo yang disubsidi ke arah Pelabuhan Pomako Timika dengan harga Rp.1.750.000 per ekor sapi, maka pihaknya meminta kepada Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Tual untuk menurunkan harganya menjadi Rp.1.000.000 sehingga masyarakat juga bisa terdongkrak ekonominya.
Dalam pertemuannya dengan para pelaku usaha dibidang itu, para peternak berharap agar pemerintah juga peduli terhadap keberadaan mereka sehingga ekonomi mereka bisa meningkat sehingga mereka juga bisa dikategorikan sebagai orang yang tidak miskin.










