Malam di Lilinga
Dan kamu mesti percaya, ada yang lebih dulu jatuh ke bumi. Angin hanya bisa menggoyangkan daun dan rantingnya, tidak bisa mencabut akarnya. Semakin kencang angin bertiup, semakin dalam ia menancap. Kamu cukup menjadi saksi, dan tak perlu merasa tersiksa.
======
Aku Tulis Sebuah Dunia
Aku potret sebuah dunia
kemudian menyimpannya ke dalam kata-kata
aku tulis lautannya,
ombak datang memukulku
aku tulis pantainya,
aku kehilangan kerang, kepiting, dan ikan-ikannya
aku tulis daratannya
sungai-sungai datang melibasku
aku tulis tanah dan gunung-gunungnya
aku kehilangan pohon dan burung-burungnya
aku tulis langitnya,
aku kehilangan bulan, matahari, dan bintang-bintangnya
aku tulis bangsanya,
aku kehilangan tanah airnya
aku tulis tanah airnya,
aku kehilangan bangsanya
aku tulis hukumnya
aku kehilangan kemanusiaannya
aku tulis kemanusiaannya
aku kehilangan ketuhanannya
aku tulis ketuhanannya
aku kehilangan diri sendiri.
Aku tulis sebuah dunia
penjaganya, kita berdua
kita yang aku tulis berulang-ulang
selalu berubah menjadi saya
dan aku tak tahu
saya itu siapa
apakah kita
dia, atau mereka?
2021
=======
Dan Esok
Dan esok tubuh kita masih sama, seperti patahan-patahan kayu, sebagian tertinggal di pohon, sebagian dibawa pergi. Tetapi pada awalnya kita adalah benih, ada yang menanam dan merawat hingga besar. Mungkin saja waktu yang membelah, mungkin juga nasib.




