Rentang Kisah

oleh -24 views
Link Banner

Cerpen Karya: Rosa Wulandari

Malam ini, semesta tengah mengeluarkan bebannya pada malam larut penuh sendu, dengan gemercik linangan air yang jatuh membasahi bumi, sunyi dan gelapnya malam yang penuh gulita ini tak mengakhiri memori yang terpatri dalam lubuk hati penuh kerinduan ini.

Lagi dan lagi.. disini kembali kucoretkan beribu untaian rasa yang tengah menjelma menjadi kata. Di dalam bait kata demi kata, aku tuliskan tentang sebuah waktu, dimana kertas kosong kembali kucoretkan, menyusuri imajinasi dan gagasan, baiklah.. akan kuceritakan..

Hidup tanpa sebuah masalah dan ujian, seolah-olah tak ada tantangan, tak ada pemanis dalam sebuah kisah tak berujung, tak ada memori yang terpatri, tak ada tangis yang kan menjabari, dan tak ada pelangi indah yang akan menghiasi

Tanpa kita sadari pun, kita sebenarnya telah melalui sebuah rentang kisah.. dimana kita adalah manusia-manusia kuat, jiwa-jiwa kuat yang sebenarnya rapuh namun dipaksa bertahan oleh keadaan, and see.. satu persatu fase-fase itu akan menjadi sebuah keikhlasan yang terpatri, entahlah.. tak begitu yakin sebenarnya, karena ikhlas itu tidak ada, yang ada hanyalah terpaksa lalu terbiasa menjalaninya

“lo tau? lo itu bodoh!” ucap teman-temannya dengan ucapan menggebu-gebu disertai perasaan kesal namun kasihan
Bagaimana tidak? bisa masuk ke dalam sebuah cerita namun lupa jalan keluar, sepertinya itulah kata-kata yang pantas untuk temanku satu ini

Sepertinya perlu digaris bawahi, bahwasannya kehidupanmu ada di persimpangan berikutnya. dulu kau bertanya tentang definisi pulang, dan kau berhasil menemukannya, bahwa siapa pun pasti akan pulang ke hakikat kehidupan

Sejatinya, pertanyaan ini perlu diajukan.. ke mana kita akan pergi setelah tahu definisi pulang tersebut? apa sebenarnya tujuan hidup kita? Itulah persimpangan hidupmu sekarang. sembari menemukan jawaban tersebut. ‘kamu akan pergi ke mana?’

“Selama lo ga bisa berdamai dengan masa lalu, lo akan nyakitin siapapun yang mencintai lo!” ujar lala menasehati, ia berharap temannya itu tersadar dan bangkit untuk semua hal berat yang dilalui

Bisa kulihat, temanku seakan kehilangan semangat hatinya, aku tau hatinya tengah rapuh begitu cerita lama dibuka. “gue ngerasa kehilangan sosok yang pernah ada dan menjadi candu dalam hidup penuh sendu ini!” ucap putra, sorotan matanya menyiratkan sebuah makna

Baca Juga  Dikritik Erdogan, Dubes Israel Tinggalkan Ruang Sidang PBB

Daniel menimpali perkataan yang terkesan keras kepala itu “semua yang diawali dengan pertemuan, pasti akan diakhiri dengan perpisahan yang membawa kesedihan yang mendalam, dan gue harap lo paham dari sini” ucapnya kesal

“Memilikinya pun belum pernah, tapi rasa tidak ikhlas ini selalu menyesakkan jiwa ketika melihat dia bersama dengan lainnya” ucap daniel pelan, membuat semua temannya menoleh padanya

Kisah ini semakin menarik pikirku, semua beban dan masalah yang mengganjal di hati masing-masing tengah diutarakan tanpa sadar, aku suka pada bagian ini, bagaimana ketika topeng mereka dibuka, inilah kita sebenarnya…

Sembari menyesap kopi hitam pekat itu, daniel menghela nafas kasar, pikirannya tengah kalut, matanya tersirat sebuah kepasrahan yang tertahan dalam benaknya yang terasa menyesakkan

“Perkenalkan… aku adalah si penerima kenyataan bahwa dia hanya sosok tercantik yang terbayang disetiap malam, pada malam penuh sunyi itu ketika aku membayangkan si cantik yang tak akan mungkin pernah dapat kumiliki, bilang saja aku pengecut, yeahh.. itulah sisiku yang tak pernah kuberi tau” ucap daniel sembari menatap langit yang tengah gulita

Kekalutan hati tengah menjadi-jadi untuk saat ini, pada akhirnya bab terbaik dalam sebuah persahabatan yaitu menceritakan sebuah sisi lain atas diri sendiri

“lo kehilangan si cantik?” tanya rendra dengan hati-hati, ia merasa sakit begitu temannya ini mengucapkan kalimat yang terasa menyayat hati ini
Daniel tersenyum miring, sembari merutuki ucapan rendra yang terlihat tak masuk akal baginya, ia menatap satu per satu temannya yang kini juga menatapnya “bagaimana bisa aku mengatakan kehilangan, sedangkan tangannya pun belum pernah kugenggam” ucapnya dengan diakhiri helaan nafas pasrah penuh luka itu
“Diungkapkan merusak, ditahan sesak, ga ada yang tau kapan cinta akan tumbuh, dan ga ada yang tau juga kapan cinta akan berhenti” ucap rahma tiba-tiba membenarkan dan menyambung ucapan daniel

Kami diam.. cukup lama, merenungi semua kisah terpendam yang masih ditahan, menahan rindu yang menggebu-gebu, malam ini penuh banyak drama pikirku

“i hate myself” ucap lala tanpa ia sadari, ucapannya pelan namun bisa didengar, membuat kami semua sontak mengangkat kepala untuk diberi kejelasan atas ucapan barusan, gue benci kata kata yang lala ucap barusan, gue tau perempuan ini dari dulu selalu mengucap insecure pada dirinya sendiri
“gue enek sumpah denger 3 kata yang selalu keluar dari mulut lo” ucapku dengan memandang lala kesal.
“gue tau mencintai diri sendiri jauh lebih sulit daripada mencintai orang lain, lo hanya perlu mencintai diri sendiri tanpa izin orang lain, ga perlu menetapkan standar yang tinggi untuk diri lo sendiri, turunin standar egomu untuk bisa menemukan siapa jati dirimu” ucap ku dengan penuh kelembutan, bermaksud membuat ia sadar jika apa yang ia ucapkan adalah sebuah kesalahan
“You’re beautiful, you’re perfect.. don’t insecure.. don’t be sad, just love yourself, lo cantik dan sempurna di mata orang yang tepat” ucap cici dengan ucapan ngenanya yang membuat semuanya bertepuk tangan dengan spontan mendengar motivasi yang tiba-tiba muncul ini, lala tersenyum menanggapi, namun ia tetap dalam diam

Baca Juga  DPC PDI Perjuangan Kota Ambon Perkuat Struktur Partai di Tingkat Ranting dan Anak Ranting

“Satu di antara kualitas paling indah dari persahabatan sejati adalah memahami dan dipahami” ucap yunia dengan menatap satu per satu kami semua, membuat secarik senyum mengembang mendengar penuturan dari perempuan yang seriusnya tidak setiap waktu, jika sudah mode seperti ini, kami memahami

Aku tersenyum membaca coretanku ini, sudah kubilang kan.. jika dalam waktu bersama, ruang yang sama, kita berbeda.. cukup kuakui kita ini handal dalam memainkan peran, lihatlah sekarang hahaha… topeng mereka kembali dipasang untuk kembali keluar

Tak apa kawan.. dunia tak harus tau siapa kau sebenernya, apa masalahmu sebenarnya, apa sisi lain dari dirimu, apa yang mengganjal hatimu, apa yang melukai batinmu, apa yang menjadi penghalangmu, apa yang membuatmu tertawa, apa yang membuatmu bersedih, dan apa yang membuatmu bangkit..

Cukup kutegaskan sekali, bahwa sahabat ada untuk semuanya, sahabat ada untuk saling berbagi, sahabat ada untuk membuatmu percaya diri, sahabat ada untuk saling melakukan hal bodoh bersama, menangis bersama, dan sahabat ada untuk mengerti sebuah perbedaan..

Aku menatap jendela yang menampakkan buliran embun sehabis diguyur hujan, ingatanku mengarah pada satu objek yang mungkin saat ini pun sama gundala nya sepertiku, bayangannya menyeruak paksa membuatku kembali untuk menuliskan sebuah kata yang menggambarkan dirinya..

Baca Juga  Raja Yordania Kunjungi Dua Wilayah yang Diambil Kembali dari Israel

“Aku menatap penuh harap pada cakrawala
yang kini tengah meluapkan emosinya
Mencipta rindu pada kedalaman
Sebuah mata hati langit pengharapan

Perjalanan ini penuh tanda tanya
Bentangan waktu yang tak menentu
Menjadi penentu paling bisu
Dimana itu selalu menjadi angan bisu

Panorama bayang dirinya
Menyeruak paksa pada relung jiwa
Membuat kata-kata terpatri
Dalam sajak tanpa arah ini

Tuhan tau aku tengah gundala
Memikirkan kisah yang belum tentu ada
Seolah-olah aku si pembuat cerita
Namun nyatanya, tuhan itu ada

Tentang aku dan dia
Yang tengah berpinta
Meminta tuhan untuk mau berbaik hati
Menuliskan kisah selanjutnya lagi

Sayup rintik semakin mereda
Membuat impian semakin membara
Kini aku pergi mengarungi metamorfosa
Di atas kalam pencipta”

Teruntuk pembaca cerita ini kuberi suatu tamparan untuk menyadarkan akan suatu hal yang mungkin bisa jadi kalian melupakannya, untuk kalian yang tengah gundah akan masalah klasik yang pernah menghantui diri sendiri, baca dan pahami ini..

Tuhan sedang merindukanku
Dia menjauhkanku dari semua hal
Hal yang membuatku lupa akan cintanya
Karena tiada cinta sejati jika bukan karenanya

Dia maha tau apa yang terbaik bagi hambanya
Cinta tuhan lebih murni dan tulus untuk seorang hamba
Jika aku mulai lupa tentang nya
Dia merenggut segalanya agar aku kembali pada-nya

Setulus tulusnya cinta seorang manusia
melebihi tulus cinta tuhan terhadap seorang hamba

Meskipun keberadaan tuhan sering dilupakan
Dan hanya diingat ketika kesusahan

Tuhan tidak pernah marah
Bahkan ia memberikan cinta kasih yang begitu luar biasa
Lalu mengapa sebagai hambanya sering merasa gundah
Padahal jika mengejar cintanya
Segalanya akan datang dengan sendirinya

Coba renungi ini
Mengapa tuhan memberi tamparan seperti ini
Karena takdir yang ia gariskan
telah kutentang tanpa izin
Dan telah kupaksa tanpa malu
Malu karena hingga tuhan
Sampai turun tangan
Hanya untuk menyadarkan hamba-nya
Yang tengah tersesat lupa arah

berdasarkan pengalaman pribadi
murni pemikiran sendiri
terima kasih