Porostimur.com | Ambon: Sejumlah mahasiswa yang berasal dari berbagai organisasi melakukan aksi demontrasi di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (15/6/2021).
Para demontran yang berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM), Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini, menuntut Gubernur Maluku, Murad Ismail bertanggung jawab atas pinjaman dana 700 Miliar yang tidak tepat sasaran.
Aksi berlangsung depan kantor gubernur, sekitar pukul 11.00 WIT. Mereka tiba dengan membawa keranda bertuliskan Rp. 700 Milyar.
Ketua HMI cabang Ambon, Burhanudin Rumbouw, dalam orasinya mengatakan, dana pinjaman tersebut tidak berdampak terhadap pemulihan ekonomi masyarakat Maluku saat ini. “Maluku hingga saat ini, sebagai provinsi penyumbang kemisikinan nomor empat di Indonesia,” katanya.
Burhanudin juga meminta pertanggungjawaban Gubernur Maluku soal sejumlah Proyek SMI yang mangkrak.
“Katanya dana ini untuk pemulihan ekonomi di tengah pandemi tapi kenyataanya untuk hal lain. Mirisnya pengunaan anggaran ini justru menimbulkan polimik karena sejumlah proyek dengan mengunakan dana tersebut mangkrak, seperti proyek air bersih di Haruku senilai Rp 12 miliar yang saat ini macet, proyek di Waisala SBB yang macet di tengah jalan, pekerjaan talud di Werinama SBT proyek tersebut hancur dan sejumlah proyek lainnya yang mengunakan anggaran Rp 700 Milliar,” bebernya.




