@porostimur.com | Sanana: Akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sula, Sahrul Takim, meminta Bupati Kepulauan Sula, Hemdrata Thes agar segera menangani dugaan praktek pungli di Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sula Propinsi Maluku Uatara, yang menjadi keresahan masyarakat belakangan ini.
Menurut Sahrul, maraknya pemberitaan media terkait adanya pemotongan biaya program pelayanan administrasi perkantoran di 174 lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) yang tidak ada kejelsan, perlu disikapi dengan segera oleh bupati.
Sebab pemotongan tersebut, konon sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir, yakni terhitung tahun 2017 lalu.
“Manakala didiamkan saja, kaka praktek ini akan semakin meningkat dari tahun ke tahun, karena tidak ada penyelesaian oleh pimpinan diknas maupun pimpinan daerah”, kata Sahrul di Sanana, Minggu (30/06).
Mantan Ketua HMI Cabamg Santana ini memgatakan, biaya pendidikan merupakan salah satu unsur terpenting dalam sektor pendidikan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan dalam rangka pencapaian tujuan lembaga pendidikan.
Melihat persoalan ini, dirinya merasa miris apabila pembiayaan pendidikan tidak dialokasikan dengan baik.




