Kabur, Istri PM UEA Bawa Uang Setengah Trilyun

oleh -284 views
Link Banner

@porostimur.com | Dubai: Sebuah laporan media Amerika Serikat (AS) mengatakan salah satu dari enam istri Perdana Menteri (PM) Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum melarikan diri.

Menurut laporan itu, sang istri membawa uang hampir USD40 juta atau hampir Rp560 miliar bersama dua anaknya yang berusia 7 tahun dan 11 tahun.

Daily Beast yang mengutip sejumlah sumber yang mengetahui masalah itu mengatakan istri penguasa Dubai yang kabur itu adalah Putri Haya binti Hussein, 45. Dia disebut melarikan diri dari UEA dan mencari suaka di Eropa.

Laporan yang dilansir Sabtu (29/6/2019) itu lebih lanjut menyatakan Haya, yang merupakan putri almarhum Raja Hussein dari Yordania, melarikan diri ke Jerman untuk memulai kehidupan baru.

Sang putri terakhir kali terlihat di depan umum pada bulan Mei. Sejumlah sumber, Jerman telah menerima permohonan suaka yang diajukannya.

Baca Juga  HMI Cabang Sanana Minta MUI dan BK DPRD Kepulauan Sula Seriusi Kasus Parengkuan

Berlin diduga telah menolak permintaan Sheikh Al Maktoum menyerahkan istrinya ke Dubai. Laporan penolakan itu berpotensi menyebabkan krisis diplomatik antara kedua negara.

Masih menurut sumber, Putri Haya saat ini bersembunyi di lokasi rahasia di London. Akun media sosialnya sudah tidak aktif sejak Februari.

Putri Haya juga dilaporkan menginginkan cerai dari suaminya. Mereka menikah pada tahun 2004 dan dia telah difoto bersama Sheikh Al Maktoum di acara-acara di UEA dan di luar negeri.

Putri Haya selama ini terlibat dalam pekerjaan amal dan telah menjabat sebagai duta untuk Program Pangan Dunia dan Organisasi untuk Kesehatan Hewan.

Belum ada konfirmasi langsung dari UEA atau pun Jerman atas laporan media AS tersebut.

Baca Juga  Cemarkan nama baik petinggi kabupaten, CT dipolisikan

Maret lalu, juga muncul laporan bahwa Putri Latifa, putri penguasa Dubai dan istrinya yang lain, mencoba melarikan diri dari negara itu tetapi tertangkap di sebuah kapal di Samudra Hindia dan akhirnya dibawa kembali Dubai.

Putri Latifa mengeluhkan penganiayaan di rumah dalam sebuah video yang direkam sebelumnya, tetapi pada akhir 2018 Kementerian Luar Negeri UEA merilis foto-foto pertemuan Yang Mulia Sheikh Al Maktoum di Dubai dengan Mary Robinson, seorang Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia.

Kementerian itu mengatakan dalam sebuah komunike bahwa pihaknya menyangkal “tuduhan palsu” tentang sang putri. “Mary Robinson diyakinkan bahwa Sheikha Latifa menerima perawatan dan dukungan yang diperlukan yang ia butuhkan,” kata kementerian tersebut. (red)