Akhirnya Pemerintah Arab Saudi Izinkan Ibadah Haji 2021, Ini Golongan yang Akan Diberangkatkan

oleh -352 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Akhirnya ada kabar baik untuk para jemaah calon haji (JCH) Indonesia dari pemerintah kerajaan Arab Saudi.

Arab Saudi telah mengumumkan akan menyelenggarakan ibadah haji tahun 2021.

Tahun ini, proses ibadah haji akan akan dilaksanakan dengan protokol kesehatan covid-19 yang ketat.

Saat ini Pemerintah Indonesia masih menunggu kepastian dari pihak kerajaan Arab Saudi mengenai kepastian keberangkatan jamaah haji asal Indonesia.

Anggota Komisi VIII DPR RI, M Husni mengatakan saat ini belum ada kepastian mengenai keberangkatan haji bagi jamaah asal Indonesia.

Ia menyampaikan apabila pihak kerajaan Arab Saudi telah mengizinkan ibadah haji, kuota yang diberikan akan terbatas serta diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan ketat.

“Saat ini masih kita bahas bersama Kementerian Agama mengenai kepastian ibadah haji tahun ini, tetapi apabila diizinkan oleh Pemerintah Arab Saudi, kuotanya juga akan terbatas,” kata Husni di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (20/5/2021).

Ia menyebut, kemungkinan hanya 30 persen dari total kuota jamaah asal Indonesia yang berpeluang diberangkatkan.

“Tentunya juga akan diwajibkan menggunakan alat pelindung diri dan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.

Politisi Fraksi Partai Gerindra ini menyampaikan, rencana kuota 30 persen yang diberikan kerajaan Arab Saudi kepada calon haji asal Indonesia akan diprioritaskan kepada jamaah yang gagal berangkat pada tahun sebelumnya akibat pandemi.

Ratusan jemaah Muslim mengelilingi Kabah, bangunan berbentuk kubus di Masjid Al Haram, sembari menerapkan jaga jarak sosial untuk melindungi diri dari virus corona, di kota suci Muslim di Mekkah, Arab Saudi, Rabu, 29 Juli, 2020.
Ratusan jemaah Muslim mengelilingi Kabah, bangunan berbentuk kubus di Masjid Al Haram, sembari menerapkan jaga jarak sosial untuk melindungi diri dari virus corona, di kota suci Muslim di Mekkah, Arab Saudi, Rabu, 29 Juli, 2020. (AP/STR)

“Rencananya hanya 30 persen jemaah haji saja yang berangkat tidak full, namun harus diingat juga kuota ini akan diberikan kepada jemaah yang gagal berangkat pada tahun sebelumnya akibat pandemi,” kata Husni. 

Baca Juga  Warga Lapor Kades Waiboga ke Kejari Sanana

Ia berharap agar otoritas Arab Saudi memberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji tahun 2021 ini kepada jemaah asal Indonesia.

Sebab, pemerintah bersama DPR RI akan terus mengupayakan agar haji tahun ini dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya.

“Kita sudah siap dengan segala keputusan yang diberikan otoritas Arab Saudi, DPR bersama dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama sudah siap apabila haji tahun ini dilaksanakan mulai dari sisi anggaran, transportasi, konsumsi dan lain-lainnya,” sebut Husni.

Sementara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bersama jajarannya membahas tindak lanjut persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021.

Kepada Menag, Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Khoirizi melaporkan bahwa pihaknya telah menggelar pertemuan dengan perwakilan WHO Indonesia, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Luar Negeri.

Dari pertemuan itu, diketahui bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan dari Saudi khusus terkait masalah haji.

“Sampai saat ini belum ada ketentuan mengenai kebijakan penyelenggaraan ibadah haji, termasuk yang terkait aspek kesehatan haji,” jelas Khoirizi di Jakarta, Kamis (20/5/2021).

Dilaporkan juga bahwa Kementerian Kesehatan terus melakukan proses vaksinasi untuk jamaah haji.

Data Kemenkes per 19 Mei, jamaah yang sudah divaksin lebih dari 133.360 orang (73%).

“Semua disuntik dengan vaksin Sinovac,” jelas Khoirizi.

Plt Dirjen PHU menambahkan bahwa persiapan terkait dokumen dan layanan jamaah juga terus dilakukan.

Terkait waktu, jika dihitung sampai pelaksanaan wukuf di Arafah, maka waktu yang tersedia tinggal 58 hari.

Baca Juga  LBH Papua Sebut Inpres Jokowi Lahirkan Pelanggaran HAM & Pengungsi di Papua

Atas laporan ini, Menag meminta agar proses persiapan tetap dilakukan hingga batas akhir.

“Persiapan tetap dilakukan, sampai keputusan final apakah haji 2021 (untuk Indonesia) dilaknakan atau tidak,” pesan Menag. 

Skenario Indonesia

Kabah ditutup untuk steriliasasi
Kabah ditutup untuk steriliasasi (saudi gazette)

Meski belum ada kepastian, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Khoirizi, mengatakan, pihaknya siap menindaklanjuti keputusan dari Pemerintah Arab Saudi terkait ibadah haji tahun ini. Ia  mengungkapkan, Kemenag bersama Komisi VIII DPR RI juga sudah melakukan sejumlah persiapan.

“Kami juga sudah melakukan serangkaian pembahasan dengan Komisi VIII DPR terkait Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Pembahasan sudah mendekati hasil akhir untuk mencapai kesepakatan bersama antara Kemenag dan DPR,” jelas Khoirizi, kemarin.

Bahkan, menurutnya, Tim Manajemen Krisis Penyelenggaraan Ibadah Haji yang dibentuk Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, pada akhir Desember 2020 lalu, sudah menyiapkan skema jika ada pemberangkatan jamaah haji dari Indonesia.

Skema itu disiapkan dalam beberapa skenario, mulai dari pembatasan kuota 50 persen, 30 persen, 25 persen, bahkan hingga 5 persen.

Khoirizi mengatakan, Kemenag bakal berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi terkait rencana operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

“Saudi dalam pengumumannya menyebutkan bahwa rencana operasional haji tahun ini akan diberitahukan di lain waktu. Kita akan segera koordinasikan terkait rencana operasionalnya,” ucap Khoirizi.

Komisi VIII DPR RI menyambut baik keputusan pemerintah Arab Saudi tersebut. “Sebagai negara dengan umat Islam terbesar di dunia, Indonesia seharusnya diberikan kuota terbesar,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily.

Baca Juga  PDIP minta Gerindra-PKS berembuk soal nama Wagub pengganti Sandi

Selain itu, katanya, Kemenag harus segera menanggapi pengumuman ini dengan melakukan langkah-langkah proaktif untuk mempersiapkan keberangkatan calon jamaah haji dari Indonesia.

Menurut Ace, yang harus menjadi prioritas tentu protokol kesehatan dan mengutamakan perlindungan kesehatan jamaah haji. Sebab, saat ini pandemi Covid-19 masih terjadi.

“Pemerintah Indonesia juga harus terus melakukan pembicaraan dengan pihak Arab Saudi soal kuota haji, penyelenggaraan teknis haji terutama soal kesehatan para calon jamaah haji, dan aspek lain agar penyelenggaraan haji dapat berjalan dengan baik meski di tengah masih adanya pandemi Covid-19,” ujar Ace.

Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra, Abdul Muhaimin Iskandar, menilai kepastian ibadah haji tahun ini menjadi harapan baru di tengah kondisi Pandemi Covid-19 saat ini.

”Tentu ini menjadi kabar gembira bagi kita semua karena setidaknya ada harapan bahwa ibadah haji tahun ini dibuka. Apakah Indonesia akan dapat kuota atau tidak, tentu ini menjadi kewajiban pemerintah untuk melakukan lobi ke Arab Saudi.

Bilamana kuota itu diberikan, apa yang harus dipersiapkan dengan waktu yang sangat mepet, tentu ini harus dikaji dan dipersiapkan secara mendalam oleh Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama,” ujar Muhaimin Iskandar. 

(red/tribunnews)

No More Posts Available.

No more pages to load.