Politisi Fraksi Partai Gerindra ini menyampaikan, rencana kuota 30 persen yang diberikan kerajaan Arab Saudi kepada calon haji asal Indonesia akan diprioritaskan kepada jamaah yang gagal berangkat pada tahun sebelumnya akibat pandemi.
“Rencananya hanya 30 persen jemaah haji saja yang berangkat tidak full, namun harus diingat juga kuota ini akan diberikan kepada jemaah yang gagal berangkat pada tahun sebelumnya akibat pandemi,” kata Husni.
Ia berharap agar otoritas Arab Saudi memberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji tahun 2021 ini kepada jemaah asal Indonesia.
Sebab, pemerintah bersama DPR RI akan terus mengupayakan agar haji tahun ini dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya.
“Kita sudah siap dengan segala keputusan yang diberikan otoritas Arab Saudi, DPR bersama dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama sudah siap apabila haji tahun ini dilaksanakan mulai dari sisi anggaran, transportasi, konsumsi dan lain-lainnya,” sebut Husni.
Sementara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bersama jajarannya membahas tindak lanjut persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021.
Kepada Menag, Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Khoirizi melaporkan bahwa pihaknya telah menggelar pertemuan dengan perwakilan WHO Indonesia, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Luar Negeri.




