Porostimur.com | Jakarta: Puluhan aktivis anti korupsi yang menamakan dirinya Gerakan Lintas Aktivis Mahasiswa (GLAM) menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan korupsi yang terjadi di tubuh Badan Pemilihan Pelaksanaan Jasa Konstruksi (BP2JK) Provinsi Maluku di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (22/7/2020).
Dalam aksinya mereka menuntut KPK mengusut dugaan korupsi yang terjadi di BP2JK Provinsi Maluku diantaranya kasus dugaan korupsi berupa kongkalikong antara kontraktor dengan oknum pejabat di BP2JK.
“Hari ini kami yang tergabung dalam Gerakan Lintas Aktivis Mahasiswa resmi melaporkan praktik kongkalingkong dan dugaan korupsi ditubuh BP2JK Provinsi Maluku yang saat ini dipimpin Mendi Sapulette ke KPK,” kata Koordinator GLAM, Ivan Wakano kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK, Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Menurut Ivan, kerugian negara dari dugaan korupsi yang melibatkan para kontraktor dan oknum pejabat BP2JK Provinsi Maluku yakni proyek jembatan Wai Tunsa senilai Rp 73 Milyar dan proyek jembatan Wai Pulu yang bernilai Rp 76 Miliar.
Kedua proyek jembatan tersebut tepatnya berada di perbatasan Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Timur.




