Porostimur.com, Maba – Rencana Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) menggelontorkan Rp 90 miliar untuk pembangunan Jalan Trans Kieraha menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk para aktivis di Halmahera Timur.
Salah satunya datang dari Rusmin Hasan, aktivis Muhammadiyah Haltim sekaligus Direktur LCI Maluku Utara, yang menilai proyek ini perlu dikaji lebih mendalam sebelum direalisasikan
Soroti Video Gubernur Bahas Jalan Strategis
Dalam sebuah video berdurasi 1 menit 31 detik yang beredar di media massa pada Rabu (20/8/2025), Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda tampak membahas rencana pembangunan Jalan Strategis Kieraha bersama Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangaji dan Wakil Bupati Halmahera Timur Anjas Taher.
Rute pembangunan jalan dijelaskan cukup detail: Sofifi – Desa Ekor (Haltim): 27 km; Ekor – Kobe (Halteng): 34 km; Ekor – Buli (Haltim): 56,7 km; serta Kobe – Buli (Haltim): 114,6 km.
Proyek besar ini juga telah masuk dalam RPJMD Malut 2025–2029, sehingga bukan lagi sekadar wacana.
“Tidak Bisa Terburu-buru”
Rusmin Hasan menegaskan bahwa niat baik pemerintah patut diapresiasi. Namun, menurutnya, pembangunan jalan strategis tidak boleh dilakukan tanpa kajian akademik yang komprehensif dan melibatkan semua pemangku kepentingan di Sofifi, Haltim, dan Halteng.









