Aktivis PMKRI Asal Kepulauan Aru Sesalkan Kerusakan Puskesmas Longgar-Apara

oleh -89 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Belum setahun dibangun dan difungsikan, Puskesmas Longgar-Apara di Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, sudah mengalami kerusakan cukup berat.

Puskesmas Longgar-Apara, merupakan salah saru fasilitas kesehatan yang terletak di Kecamatan Aru Tengah Selatan, yang dibangun sejak tahun 2019 menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Aru, tahun 2019 sebesar Rp6,582 miliar.

Kerusakan pada puskesmas tersebut mendapat tanggapan dari aktivis PMKRI cabang Ambon yang juga mahasiswa asal Aru, Jeremias Pardjala.

Kepada jurnalis Porostimur.com, Senin (23/8/2021), Jeremias mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, mestinya semua upaya dikerahkan pemerintah untuk penanganannya termasuk fasilitas kesehatan yang tersedia dengan baik. Sayangnya, bangunan Puskesmas Longgar-Apara di Aru Tengah Selatan (ATS), kini mengalami kerusakan parah.

Kerusakan Puskesmas tersebut menurutnya, sudah pasti mempengaruhi pelayanan terhadap masyarakat.

Baca Juga  TPNPB-OPM Manfaatkan Momen HUT RI untuk Aksi Militer

Pardjala membeberkan, kerusakan pada puskesmas yang berlantai dua tersebut yakni, ambruknya plafon ruangan lantai 1 maupun lantai 2.

”Ironisnya, sampai detik ini, masih belum direspon baik oleh pemerintah kabupaten maupun instansi teknis, bahkan DPRD Kabupaten Kepulauan Aru,” tukasnya.

Pardjala menyebutkan, Pemda dalam hal ini bupati, wakil bupati dan instansi teknis (Dinas Kesehatan) serta DPRD Kepulauan Aru, dalam hal ini komisi yang membidangi masalah kesehatan harusnya turun langsung memonitoring atau meninjau dan memanggil pihak kontraktor yang mengerjakan bangunan puskesmas tersebut.

”Pemda tentunya sudah mendapatkan laporan dari instansi teknis, kemudian DPRD dalam hal ini Komisi yang membidangi ataupun anggota legislatif asal Aru Tengah Selatan, melalui fungsinya dapat mengambil langkah atas apa yang terjadi di Puskesmas Longgar-Apara,” cetusnya.

Baca Juga  Sambut Ramadhan, Polda Maluku gelar Tabligh Akbar

Pasalnya, pengerjaan puskesmas dengan anggaran daerah sebesar Rp6,582 miliar oleh pihak kontraktor benar-benar harus dipertanyakan, karena cenderung asal-asalan tanpa memperhatikan kualitas bangunan.

”Pihak kontraktor harus dapat mempertanggungjawabkan apa yang dikerjakannya kepada masyarakat dan daerah karena belum setahun digunakan, sudah mengalami kerusakan yang berat,” tandas Pardjala.

Dirinya menambahkan, visi Bupati Aru Johan Gonga dan wakilnya Muin Sogalrey yakni, “Sehat Negeriku”, harus menjadi visi besar yang patut didukung dan sinergitas semua pihak untuk mewujudkannya.

“Maka pembangunan kesehatan di Kepulauan Aru, haruslah maksimal dan progresif,” pungkasnya. (nur)