Aku, Kamu dan Tuan Berdasi Yang Ingkar Janji

oleh -327 views

Cerpen Karya: Nur Baeti

Rintik hujan siang ini yang jatuh ke tanah menyisakan aroma petrikor yang menenangkan. Matahari yang tertutup awan putih seakan malu untuk menampakan diri di siang ini, tetapi tidak melemahkan sinarnya untuk menerangi bumi. Di lahan luas yang dipenuhi tanaman padi terdapat seseorang yang sedang duduk di sebuah gubuk dengan rantang kecil yang digenggamnya. Ya itu adalah aku, orang-orang memanggilku Tari, remaja kampung yang ingin merubah nasibnya dengan melanjutkan pendidikannya di Perguruan Tinggi Negeri ternama di Provinsi Banten.

Aku yang sedang menikmati kebahagian para petani yang sedang tertawa sambil memanen padinya. Terlihat dari raut muka petani yang seakan tidak ada masalah dalam dunianya, bergurau sambil melempar senyuman sesama petani. Makan bersama dengan hanya beralaskan terpal yang disimpan di atas tumpukan Jerami dengan daun kelapa yang menjadi peneduh. Tak lama kemudian seseorang menghampirinya.

Baca Juga  Trump Kembali Serang Media AS soal Pemberitaan Iran

“Tar, lagi ngapain?” ucap seseorang yang datang dari arah samping dan langsung duduk.
“ini tadi disuruh nganterin makanan terus keenakan deh di sini. hehe” jawabku sambil cengengesan.
“cape ya ternyata jadi mahasiswa. Banyak tugas” curhatku kepadanya.
“ngerjainnya sambil dinikmati aja nanti juga selesai. dulu kita memohon untuk bisa jadi mahasiswa, sekarang udah jadi mahasiswa ya laksanain tugasnya jangan ngeluh terus” ucapnya dengan bijak dengan pandangan lurus kedepan menikmati indahnya alam ciptaan-Nya.

No More Posts Available.

No more pages to load.