“tau ga, pas ditanya wartawan apakah akan ada perppu untuk mencabut UU KPK bapak joko jawab apa?” tanya Imel.
“apa?” tanyaku karena jujur aku jarang melihat berita yang seperti itu.
“ngga ada. Gitu jawabnya” jawab Imel karena dia memang sering melihat berita seperti itu.
“jawaban Jokowi gitu?’ tanyaku dengan penasaran dengan muka serius.
“iya. Itu saat diwawancarai oleh wartawan di Istana Negara di Jakarta” jelas Imel seakan dia tidak mau dianggap berbohong.
Pencuri uang Negara semakin merajalela karena melemahnya KPK, mereka yang di amankan oleh pihak kepolisian seakan tidak melakukan tindakan kejahatan. Apakah ini yang disebut tikus berdasi? Mereka yang selalu mencuri uang negeri?.
“bapak joko tuh kalo ngomong manis banget, tapi yang keluar pahit” dengan spontan Imel berbicara seperti itu.
“yang Jokowi minta dikritik juga kan Mel?” pancing ku pada Imel.
“nah iya itu, mintanya sih dikritik tapi saat dikritik malah gitu” jawab Imel dengan nada ketus
Masih ingat dengan pidato Jokowi dilaporan tahunan ombudsman 2020? Katanya sih merindukan kritikan dari para pemuda negeri, tapi saat sejumlah mahasiswa turun ke jalan untuk melaksanakan aksi demonstrasi malah dikerasi. Lantas, apa yang terjadi? Mereka tidak didengar tapi dibungkam. Bahkan ada sejumlah masyarakat yang mengkritik malah terjerat hukum dengan alasan pencemaran nama baik, jelas ini sangat bertolak belakang.









