Tiga Puisi Firman Wally

oleh -32 views
Link Banner

Kau Selalu Kukenang

untuk Ayahanda

Kau selalu kukenang di debur laut yang biru
yang selalu setia sebelum labuh dan sauh
saling membahu

Sejak kau memilih berhenti
tak lagi menjejaki jari-jari dan jemari di bibir pantai
aku selalu mengenang wajahmu saat air laut tergenang
di perahu hingga percikan gelombang memeluk tubuh yang garang

Kau selalu kukenang
sebagaimana malam gulita
merindukan purnama

Tahoku, 17 September 2021

=======

Masih Terngiang Namamu

Di atas kayu-kayu yang dibawa arus
saat pancaroba tiba
aku menemukan bayangmu
yang terbaca sepanjang mata memandang

Kau masih ada di antara laut yang tenang
hingga gelombang bergulung bersama kenang
juga di saat angin berembus rindu
meskipun kini jari-jarimu sudah sibuk
melinting tembakau
dan menghirup aroma kopi buatan ibu
di kursi tua buatanmu

Baca Juga  Ketua Komisi II DPRD Kepsul Ngamuk, ini Masalahnya

Namamu masih terngiang dengan merdu
meski tubuh dan peluhmu
tak lagi menyatu dan jatuh di jantung laut biru

Tahoku, 17 September 2021

======

Doa Lelaki di Ujung Pulau

Laut tak jadi memanggil gelombang
semenjak lelaki tua itu
mengirim doa-doa
di saat angin timur memetik daun-daun hijau
hingga berjatuhan merayap di atas bebatuan
yang kaku

Angin kencang
disertai amuk hujan
tak mematahkan doa-doa
juga harapannya

Doa-doa terus dikirimkan
kepada lautan sumber kehidupan
disertai pacahnya rindu
seorang perantau di ujung pulau
berharap lautan selalu tenang
meskipun angin dan hujan datang berdendang

Tahoku, 18 September 2021

====

No More Posts Available.

No more pages to load.