All Prabowo’s Men

oleh -375 views

Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapore

PENGANGKATAN Mayjen Untung Budiharto (Akmil 1988) menjadi Pangdam Jaya menimbulkan banyak reaksi dari pengamat militer. Selain itu, kalangan organisasi masyarakat sipil juga mempertanyakannya mengingat Jendral Untung adalah anggota Tim Mawar yang terlibat dalam penculikan para aktivis pro-demokrasi tahun 1998.

Di masa Orde Baru, seingat saya ada kode etik di kalangan militer Indonesia, “sekali Anda tercela, Anda tertendang.” Itu yang terjadi pada Mayjen Sintong Panjaitan dan Brigjen Rudolf Warrouw, duo ‘rising star’ di kalangan militer pada waktu itu. Sintong adalah Pangdam Udayana dan Warroud dalah Pangkolaops operasi militer di Timor-Timur saat itu. Mereka dianggap gagal dalam menangani keadaan di Timor Timur sehingga mengakibatkan terjadinya pembantaian Santa Cruz pada 1991. 273 orang tewas, sebagian besar peserta demonstrasi damai di Pekuburan Santa Cruz, ketika itu.

Baca Juga  APHI Dorong Perdagangan Karbon Jadi Masa Depan Bisnis Kehutanan di Maluku dan Malut

Etik itu sudah lama ditanggalkan. Beberapa perwira yang terlibat dalam pelanggaran HAM berat memang dihukum. Mereka juga dipecat dari dinas militer. Namun sebagian besar pemecatan itu dianulisr oleh pengadilan yang lebih tinggi — dalam proses yang tidak transparan — dan para perwira tersebut bisa berkarir seperti biasa.

No More Posts Available.

No more pages to load.