“Yang pertama program ini dapat dinilai sukses, apabila kepemilikan aset warga mengalami peningkatan. Kedua program bisa dibilang berhasil, jika kompetensi serta wawasan masyarakat dinilai lebih meningkat dari sebelumnya,” ujar Taufik.
Untuk itu, Taufik menjelaskan, dalam mewujudkan seluruh desa/negeri di Kota Ambon sebagai wilayah ekonomi digital, bukan saja infrastruktur penunjang uang dibutuhkan melainkan Sumber Daya Manusia (SDM) juga harus disediakan.
“Selain jaringan internet dan listrik sebagai infrastruktur penunjang transformasi digital di desa, harus juga disiapkan satu dua SDM untuk bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, agar program ini benar-benar berdampak positif bagi kesejahteraan,” katanya.
Ditempat yang sama, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengaku, dirinya sangat mendukung penuh program dimaksud. Pasalnya, dia meyakini ekonomi digital mampu sejahterakan warga.
“Kenapa sampai kita ngotot bangun komunikasi dengan BAKTI, karena saya sangat yakin program ini bisa benar-benar berdampak dalam menyelamatkan desa-desa saya yang ada di Kota Ambon, ” ungkap Walikota.
Menurut Walikota, realisasi transformasi digital di Provinsi Maluku, sudah sewajarnya dimulai dari Kota Ambon. “Kita yang statusnya Ibukota Provinsi saja, masih ada desa belum miliki internet, apalagi di Kabupaten/kota lain, ” kata Walikota.










