“Ambon saja masih ada desa yang belum miliki internet, apalagi di Kabupaten/kota lain di Maluku. Olehnya itu, transformasi digital harus dimulai dari Kota Ambon, agar bisa menjadi rujukan atau contoh awal, ” jelas Walikota.
Walikota menambahkan, lewat pertemuan yang dilakukan tersebut, Pemerintah Kota Ambon sangat berharap dukungan penuh dari Kementrian Kementerian Desa PDTT, guna menyikapi masalah akses internet.
Sementara itu Kepala Dinas Pembedayaan Perempuan, Pelindungan Anak dan Maayarakat Desa Kota Ambon, Meggy Lekatompessy dalam laporannya sampaikan, pada kegiatan ini, pihaknya melibatkan 7 negwri di Ambon yang belum terkoneksi internet yakni Negeri Hatalai, Naku, Kilang, Ema, Hukurila, Leihari, dan Negeri Urimesing.
Pihaknya berharap lewat pertemuan ini, bisa dijadikan perhatian serius untuk ditindaklanjuti secepatnya. Selain hadir para raja, kegiatan ini juga dihadiri pimpinan BUMDes masing-masing negeri.
Sosialisasi ini direncanakan berlangsung selama 2 hari dengan menghadirkan narasumber Kepala Dinas Kominikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon, Joy Adriaansz, serta Kelompok BUMDes yang telah berhasil dalam melakukan usahanya diantaranya Direktur BUMDes Maju Bersama Kalimantan Barat dan BUMDes Panca Mandala dari Tasikmalaya. (alena/agi)









