Dia juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan retak akibat gempa.
“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,” ujarnya.
Sementara itu, warga di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur panik dan berhamburan ke jalanan serta tempat terbuka. Sejumlah warga mengaku getaran gempa yang terjadi dirasakan sangat kuat.
“Gempa barusan sangat kuat sekali, kita di sini panik dan semua keluar rumah,” kata Saleh, warga kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, saat dihubungi dari Ambon, Selasa.
Ia mengatakan, kepanikan juga terjadi di pasar dan di kantor-kantor. Banyak pegawai yang meninggalkan aktivitas lantaran gempa tersebut.
“Semua panik tadi pegawai-pegawai juga keluar dari kantor,” ujarnya seperti dikutip dari kompas.com.
Dino, warga lainnya, mengatakan, ia dan keluarganya ikut keluar ke jalan karena takut terjadi sesuatu pada rumah mereka.
“Iya takut jangan sampai rumah roboh, tapi alhamdulillah itu tidak terjadi,” katanya.
Getaran gempa ini disebutkan menjangkau sejumlah wilayah di sekitar Seram, seperti wilayah Sorong, Papua Barat Daya.








