Menurut dia, keberadaan pohon memiliki peran penting dalam mempertahankan ketersediaan air. Karena itu, masyarakat tidak boleh melihat lahan semata-mata dari sisi kebutuhan ekonomi jangka pendek.
Pembangunan Penting, Tapi Jangan Korbankan Lingkungan
Pesan mengenai kelestarian lingkungan tersebut disampaikan Taborat di tengah berbagai aspirasi masyarakat Sangliat Krawain terkait kebutuhan pembangunan.
Dalam agenda reses, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi, mulai dari kebutuhan gedung sekolah, persoalan longsor dan banjir, drainase hingga fasilitas peribadatan.
Bagi Taborat, berbagai kebutuhan tersebut merupakan bagian penting dari pembangunan yang harus mendapat perhatian pemerintah.
Namun, pembangunan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan lingkungan yang menjadi penyangga kehidupan masyarakat.
Ia menilai, persoalan kerusakan lingkungan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah. Masyarakat yang hidup dan memanfaatkan sumber daya alam di wilayah tersebut juga memiliki peran besar dalam menjaganya.
“Kita harus pelihara dunia sebagai rumah bersama. Kalau kita bisa melindungi pohon, itu adalah kewajiban kita,” tandasnya.
Menurut Taborat, menjaga hutan dan lingkungan pada akhirnya berarti menjaga kehidupan masyarakat itu sendiri.









