Andreas Taborat Ingatkan Warga Sangliat Krawain Jangan Buka Kebun Berlebihan, Hutan dan Air Harus Dijaga

oleh -59 Dilihat
Anggota DPRD Provinsi Maluku Andreas JW Taborat mengingatkan warga Desa Sangliat Krawain, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), agar tidak membuka lahan secara berlebihan hingga mengancam keberadaan hutan dan lingkungan.

Menurut dia, keberadaan pohon memiliki peran penting dalam mempertahankan ketersediaan air. Karena itu, masyarakat tidak boleh melihat lahan semata-mata dari sisi kebutuhan ekonomi jangka pendek.

Pembangunan Penting, Tapi Jangan Korbankan Lingkungan

Pesan mengenai kelestarian lingkungan tersebut disampaikan Taborat di tengah berbagai aspirasi masyarakat Sangliat Krawain terkait kebutuhan pembangunan.

Dalam agenda reses, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi, mulai dari kebutuhan gedung sekolah, persoalan longsor dan banjir, drainase hingga fasilitas peribadatan.

Bagi Taborat, berbagai kebutuhan tersebut merupakan bagian penting dari pembangunan yang harus mendapat perhatian pemerintah.

Namun, pembangunan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan lingkungan yang menjadi penyangga kehidupan masyarakat.

Ia menilai, persoalan kerusakan lingkungan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah. Masyarakat yang hidup dan memanfaatkan sumber daya alam di wilayah tersebut juga memiliki peran besar dalam menjaganya.

Baca Juga  Golkar Belum Tentukan Sikap soal Polemik Ijazah Gibran, Bahlil Pilih Hormati Proses Hukum

“Kita harus pelihara dunia sebagai rumah bersama. Kalau kita bisa melindungi pohon, itu adalah kewajiban kita,” tandasnya.

Menurut Taborat, menjaga hutan dan lingkungan pada akhirnya berarti menjaga kehidupan masyarakat itu sendiri.

No More Posts Available.

No more pages to load.