Angkatan Muda GPM Dalam Menghadapi Dinamika Perubahan

oleh -121 views
Link Banner

Oleh : Julius Latumaerissa, Akademisi dan Pemerhati Maluku

Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AM-GPM) merupakan wadah pemuda yang memiliki usia yang tua. AM-GPM lahir sebagai wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda gereja di Maluku.

Sebagai wadah pembinaan Generasi Muda (GM) maka AM-GPM tentu memiliki sejarah panjang, dan pahit getir dalam dinamika pembangunan jemaat dan masyarakat.

AM-GPM hari ini dihadapkan dengan realitas dan tantangan yang keras, sehingga sebagai wadah pengkaderan pemuda gereja AMGPM ditutntut untuk lebih peka dalam memahami tanda-tanda zaman sehingga mampu membina dan mempersiapkan GM gereja menjadi GM yang tangguh, profesional, memiliki integritas sebagai insan kristiani yang takut akan Tuhan dan selalu mengedepankan kasih dan pelayanan dengan landasan rasio dan logika yang sehat.

AM-GPM harus mampu menciptakan kader pemuda gereja sebagai kader bangsa dan kader pembangunan yang memiliki wawasan kebangsaan dan nasionalisme yang kuat dan teguh dalam kebersamaan ditengah heterogenitas sosial di Maluku.

Baca Juga  Pemprov Maluku usulkan 5 ranperda

Kader AM-GPM harus terbuka terhadap lingkungan sosial dan mampu menjadikan dirinya sebagai INISIATOR, PIONIR dan bukan sebaliknya menjadi FOLLOWERS. Untuk menjadi INISIATOR maka semua kader AM-GPM harus meningkatkan kualitas intelektual melalui berbagai proses akademis baik formal dan informal, dan meningkatkan kemampuan LITERASI dalam semua aspek yang kemudian mampu menciptakan TRAND ISU yang konstruktif, dengan konstruksi berpikir yang terstruktur-sistimatis dan sistemik.

Kondisi geografis dan realitas rendahnya berbagai perangkat yang ada seharusnya bukan menjadi alasan pembenaran untuk tidak melakukan karya karya produktif, kreatif dan Innovatif. AM-GPM diharapkan terus meningkatkan MILITANSI dan IDEALISME sebagai pemuda bangsa yang ikut berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa dan gereja serta jemaat secara khusus.

AM-GPM sebagai satu institusi kepemudaan diharapkan juga memiliki kurikulum pembinaan pengkaderan yang benar dan tepat yang mampu menjawab berbagai perubahan global, nasional dan lokal. Khususnya dalam bidang ekonomi GM gereja harus dapat memainkan peran peran interprenuership yang profesional dan bukan hanya berorientasi kepada persoalan persoalan politik praktis yang bersifat pragmatis – transaksional.

Baca Juga  Tolak Penunjukan Plt Kades, Warga Segel Kantor Desa Mangoli

Akhirnya saya mengucapkan selamat Berkongres AM-GPM KE XXIX, tanggal 25 – 28 Oktober 2020 semoga Tuhan Yesus Kepala Gereja selalu memberkati arah perjuangan dan perjalanannya untuk bangsa dan daerah Maluku khususnya. (*)