Another Cinderella

oleh -249 views

Mia hanya dapat menahan gejolak sesak di dadanya. Ia tak mampu mengutarakan semua rasa sakitnya, entah dengan berteriak ataupun menyela ibu dan kakaknya. Ia tak mampu melakukan itu semua, tubuhnya terlampau rapuh, jiwanya terlalu ringkih. Tidak ada yang namanya keberanian yang utuh dari dalam dirinya.

Jujur saja, hatinya tidak terima jika diperlakukan seenak mereka, hatinya tersiksa saat mereka menghantarkan celaan yang ironi dengan kenyataannya. Ingin sekali Mia mengungkap kebenarannya. Namun, kembali lagi. Jika tidak ada keberanian, bagaimana bisa Mia mengubah takdirnya?

Gadis itu bahkan terus-terusan rela dicela dan dilabeli sebagai gadis kotor yang begitu buruk di mata orang lain. Gadis itu rela disakiti setiap saat demi kebahagiaan ibu dan juga kakaknya. Bahkan, gadis itu rela mengorbankan Darren yang merupakan cinta pertamanya untuk Radista.

Baca Juga  Wabup Sula Buka Rangkaian Hardiknas 2026, Tekankan Peningkatan Kualitas Pendidikan

Apakah pengorbanannya ini tidak ada apa-apanya di mata mereka? Sampai-sampai mereka terus menerus mencela dan menyakiti gadis kotor ini?
Mia memejamkan matanya, membiarkan air matanya tumpah ruah begitu saja menyusuri pipi hingga jatuh membasahi bantalnya.

Dalam diam, gadis itu berharap ada ibu peri yang datang menerangi kegelapan di hidupnya. Berharap, dirinya adalah Cinderella yang ada di dunia nyata. Berharap, hidupnya akan lebih baik bersama ibu peri dan pangeran khayalannya.

No More Posts Available.

No more pages to load.