Another Cinderella

oleh -309 views

Rosetta menatap diam nisan putri bungsunya itu. Sebenarnya ia agak bingung dengan kematian Mia. Pasalnya, tadi pagi ia menemukan Mia yang sudah terbaring kaku dengan darah segar yang membasahi leher dan kepala gadis itu. Padahal, pada waktu itu kamar Mia terkunci dari dalam. Bagaimana bisa ada orang lain yang masuk? Bahkan, dirinya saja harus rela memanggil tukang kunci untuk membuka pintu kamar Mia. Ini aneh sekali, tapi tak apalah. Kehidupannya akan bertambah bahagia setelah ini. Ia bisa lebih bebas lagi tanpa memikirkan nasib putrinya yang lain. Mau dibunuh atau bunuh diri, Rosetta tidak peduli.
Biarlah Mia tenang di neraka sana, biarlah dirinya dan Radista berbahagia di dunia.

Baca Juga  Kisah Rasulullah dan Para Sahabat Menunda Haji selama 4 Tahun Berturut-turut

Sudahlah, Sayang. Kau tidak perlu mengeluh dengan kematian gadis kotor itu. Ibu yakin, siksaan di neraka sana lebih berat untuknya. Kau tidak perlu khawatir karena tidak dapat menyiksanya lagi. Ada yang bertugas menyiksanya lebih kejam di sana, Sayang.”

Bibir Radista terangkat mendengar penuturan ibunya yang terdengar begitu menyenangkan di telinganya. Mia mati karena bunuh diri, sudah pasti Tuhan akan menyiksanya lebih kejam lagi. Terdengar menyenangkan sekali.

“Baiklah, Bu.” Senyum di bibirnya mengembang, bola matanya bergulir menatap nisan Mia. “Selamat tinggal, Adik Manis. Selamat berbahagia di neraka.”

No More Posts Available.

No more pages to load.