Another Cinderella

oleh -651 views

“Bagaimana bisa?” Mia kebingungan.
Pintu kamarnya ia kunci dari dalam untuk mencegah ancaman dari luar sana. Bagaimana bisa ada yang menyusup masuk dan menghantam kepalanya? Tidak mungkin ‘kan jika ibunya yang masih berteriak di luar sana bisa masuk dengan menembus pintu dan menghantam kepalanya? Itu tidak mungkin! Pasti ada sesosok lain atau orang lain yang melakukannya, tapi siapa?

Gadis itu tak mampu menahan begitu lama rasa sakit dan juga begitu banyak kejanggalan yang menghantui kepalanya. Kelopak matanya mulai tertutup dengan sendirinya. Namun, samar-samar ia mendengar sebuah suara yang asing di telinganya.
“Tidurlah, Anna.”

Mia terhanyut lantas memejamkan kelopak matanya semakin erat tanpa diminta. Gadis itu bahkan mengabaikan teriakan nyaring ibunya di luar sana. Mengabaikan ibunya yang bisa saja membunuhnya setelah ia membuka mata.
Mia mulai nyaman dengan semuanya, mulai nyaman dengan ketidaksadarannya.

Baca Juga  Dana Transfer Dipangkas, Bupati Halsel Hadapi Dilema: Infrastruktur atau Layanan Dasar

“Ibu ….” Suara Radista terdengar lesu saat memanggil ibu tercintanya.
“Ada apa, Sayang?” tanya Rosetta bingung seraya menatap dalam wajah putri kebanggaannya itu. “Kenapa kau sedih?”
Radista berdecak pelan, gadis itu memeluk pinggang ibunya dengan erat. “Aku tidak suka gadis kotor itu mati secepat ini,” keluhnya sambil menatap nisan yang bertuliskan nama adiknya di sana. “Aku belum puas menyiksanya, Bu. Aku bahkan belum menunjukkan kemesraanku dengan Darren padanya. Kenapa dia mati secepat ini?”

No More Posts Available.

No more pages to load.