Lalu apa obatnya? Tidak ada obat kimia yang bisa menyembuhkan “penyakit bebal” ini. Obat dari kebodohan (jahil) bukanlah kepintaran (ilm), melainkan kerendahan hati (hilm). Keberanian untuk berkata, “Mungkin saya salah.” Fenomena menyangkal realitas ini adalah penyakit kronis umat manusia. Ia bukan virus yang bisa hilang dengan vaksin. Ia adalah bagian dari ego kita yang ingin merasa berkuasa atas kebenaran.
Kebenaran itu memang pahit. Tapi setidaknya, ia tidak membuat kita keracunan karena menelan khayalan sendiri.
Pertanyaan utama berhadiah ban sepeda: mengapa khalid basalamah (yang berhaluan Wahabi) dan Permadi Arya (abu Janda al zionisy) ini memiliki respon yang sama? Apakah mereka satu guru satu ilmu? Wallahu a’lam.
Dua orang ini, dan pemandu soraknya, hanya ingin menggenapi omongan Leo Tolstoy “Banyak orang lebih memilih mati dalam kebohongan daripada hidup dalam kebenaran yang menghancurkan kenyamanan mereka.” (**)










